Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Kebakaran Kejagung

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Tim gabungan Bareskrim Polri kembali menetapkan 3 tersangka kasus kebakaran Kejagung (Gedung Kejaksaan Agung). Ketiga tersangka tersebut adalah MD, J, dan IS.

Para tersangka merupakan, peminjam bendera PT APM, perusahaan pengadaan pembersih lantai Top Cleaner dan alumunium composite panel (ACP).

“Dari hasil pemeriksaan dan gelar kasus penyidik menetapkan 3 tersangka baru. Mereka ini berkaitan ACP akseleran yang menyebabkan gedung Kejagung mudah terbakar,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Jumat (13/11/2020).

Sebelumnya, berdasarkan keterangan ahli kebakaran dari Universitas Indonesia (UI) Yulianto, salah satu penyebab api cepat menjalar ke bagian lain gedung akibat Top Cleaner dan ACP.

Seperti diberitakan, penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan 8 orang tersangka dalam kasus tersebut. Ke delapan orang itu yakni, lima di antaranya kuli bangunan dengan inisial T, H, S, K dan IS.

“Para tukang tersebut merokok, padahal di lokasi tersebut terdapat sejumlah barang yang mudah terbakar. Akibatnya bara api dari puntung rokok tersebut yang memicu kebakaran,” katanya.

Kemudian, UAM sebagai mandor tukang juga sebagai tersangka. Ia dinilai tidak melakukan pengawasan pada saat para tukang melakukan pekerjaannya.

Selanjutnya, R, Direktur Utama PT APM berinisial R, dan NH, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung dijadikan tersangka terkait pengadaan cairan pembersih lantai Top Cleaner yang mengandung senyawa solar, bensin, dan pewangi sehingga menjadi akselerator kebakaran.

Polisi juga menemukan fakta bahwa cairan pembersih tersebut tidak memiliki izin edar alias ilegal. Adapun dalam penetapan tersangka tersebut polisi menyatakan tidak menemukan unsur kesengajaan atau karena kealpaan.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 188 KUHP tentang kealpaan Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukiman 5 tahun penjara.

nvi/uki

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.