Dituntut Jaksa 5 Tahun Bui, Penyuplai Sabu ke Jedun Protes

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Raditya Argiebie alias Tya, penyuplai sabu ke artis Jennifer Dunn alias Jedun protes. Ia meradang mengetahui tuntutan jaksa terhadapnya 5 tahun bui. Sedangkan, Jedun hanya 8 bulan penjara.

Tya menilai tuntuntan tersebut tidak adil. Sebab, barang bukti sabu yang disita penyidik dari dirinya lebih sedikit dari Jedun. Dari tangan Tya, penyidik menyita 0,221 gram sabu. Sedangkan, dari Jedun, disita 0,016 gram sabu.

Demikian diungkap Kuasa hukum Tya, Noni T Purwaningsih atau Noni.

“Saya miris dengan hukum, apa karena Tya warga tidak mampu dan Jedun itu artis kaya. Patut saya tanyakan dimana keadilan. Tya juga bertanya apa karena saya orang tidak mampu?” kata Noni di Jakarta, Sabtu (9/6).

Noni mengungkapkan, Tya ditangkap di rumah temannya di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (4/1) lalu. Noni melanjutkan, Tya ditangkap atas dugaan ikut memakai sabu bersama Jedun di Mampang, Jakarta Selatan.

Noni pun mempertanyakan status atas Jedun yang sudah dua kali terjerat kasus narkoba. Tapi justru tuntutan Jedun jauh lebih ringan dibanding Tya yang baru tertangkap.

“Jedun sudah tiga kali ditangkap ya. Dan dua kali divonis masuk penjara, dengan kasus sama. Lalu yang sekarang ketiga kalinya dimana prosesnya baru sampai tuntutan JPU di PN Jakarta Selatan. Tya baru sekali. Nah ini kan timpang sekali,” jelas Noni.

Tanda Tanya Besar

Noni menuturkan, pihak keluarga Tya pun bertanya-tanya atas tuntuntan yang didapatkan Tya. Padahal dalam tuntutan jaksa menyebut Tya dari latar belakang keluarga yang pas-pasan.

“Saat ini, JPU Tya ialah Yan Ervina. Patut saya tanyakan yakni dimana keadilan itu. Apa sebab Tya ini golongan keluarga tidak mampu sehingga Tya kini dituntut lima tahun penjara?,” tegas Noni.

“Perlu tahu, memang Tya dari keluarga yang tak mampu yang dimana Ibu Tya hanya janda tak berpenghasilan. Jadi, hanya Tya yang menghidupi Ibunya, saya miris benar dengan hukum di negeri ini,” imbuh Noni lagi.

Noni menjelaskan, penangkapan Tya sendiri berdasarkan keterangan Jedun dan bandar narkotika langganan Jedun inisial FS yang lebih dulu ditangkap di sebuah Rukan 27 di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 31 Desember 2017 lalu.

Jedun dijerat dengan Pasal 114 Ayat 1 Subsider Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 UU no 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan dengan barang bukti 0,221 gram sabu.

Sementara untuk Tya, jaksa menjeratnya dengan Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 serta Pasal 127 ayat 1.

“Sekarang bandingkan tuntutan jaksa buat Jedun yang 8 bulan potong masa tahanan. Sementara Tya dituntut 5 tahun bui dipotong masa tahanan, dan denda sebesar Rp 1 Milyar subsider 6 bulan penjara. Yang dipertanyakan dimana letak keadilan?” Noni memungkasi.

sus/uki

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.