Dua Putranya Tidak Boleh Menjenguk Ratna Sarumpaet

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Mohammad Iqbal Alhady dan Ibrahim Alhady, dua putra Ratna Sarumpaet, gagal menjenguk ibunya yang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Sabtu (6/10). Keduanya hanya bisa menitipkan nasi beras merah kesukaan ibunda.

Iqbal dan Ibrahim tak bisa bertemu ibunya lantaran belum mendapat izin dari penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Karena tidak bisa bertemu makanan kemudian menyerahkan makanan tersebut melalui penyidik Subdit Jatnras.

“Bawa makanan, kesukaannya, makanan diet. Nasi beras merah,” kata Ibrahim usai keluar dari Rutan Polda Metro Jaya. Ibrahim mengatakan, keduanya berencana kembali menjenguk Ratna pekan depan.

Sesuai jadwal yang tertulis di papan pengumuman di depan tahanan Polda Metro Jaya, jam besuk pada Senin hingga Kamis pukul 10.00 – 15.00 WIB. “Hari Senin balik lagi, hari ini tidak ada jadwal rupanya,” ucap Ibrahim.

Sedangkan Iqbal menambahkan, Atiqah Hasiholan, juga akan mengunjungi ibunya. Namun, ia tidak mengetahui jadwal rencana kunjungan adik bungsunya tersebut. “Yah mungkin Selasa, Rabu, Kamis baru bisa,” tambah Iqbal.

Ia berharap permasalahan yang menjerat ibunya cepat tuntas. “Mudah mudahan segera selesai lah, jangan diperlama, saya takutnya ibu belum siap. Doain aja cepat kembali ke rumah,” lanjut Iqbal.

TAHANAN KOTA
Tim kuasa hukum Ratna Sarumpaet mengajukan permintaan Ratna sebagai tahanan kota dengan alasankondisi kesehatan Ratna kurang baik.

“Semalam (Jumat malam) kami mendampingi dia itu pada saat dilakukan BAP. Ada beberapa biji obat yang dia keluarkan yang memang wajib dia harus konsumsi. Artinya secara fisik karena umurnya sudah lanjut jadi pasti punya penyakit,” kata Insank Nasrudin, kuasa hukum Ratna Sarumpaet.

Ia menilai jika status tahanan kota diterima, akan lebih mempermudah Ratna untuk bisa menjalani pengobatan ke rumah sakit. “Kalau di rutan kan semua harus ada izin. Karena dari penahanan kota itu dari sisi kemanusiaan lah,” kata dia.

Seperti diketahui, Ratna menjadi tersangka dugaan penyebaran kabar bohong atau hoax. Dia mengaku dianiaya orang sampai mukanya bengap, padahal wajahnya babak belur akibat sedot lemak. Kasus ini membuat gempar.

mia/rza

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.