Kapolda Metro Apresiasi anak Buah Ungkap Ganja 1,4 Ton di Limbah Ikan Asin

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Pengungkapan 1,434 ton ganja oleh personel kepolisian diapresiasi Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis. Menurutnya, personel berhasil menyelamatkan masa depan pemuda-pemudi Indonesia.

“Ya itu terbesar ya, kalau kemarin itu di Jakarta Barat, tapi ini yang lebih besar lagi hampir 1,5 ton ganja,” katanya kepada merdeka.com, Selasa (31/7).

Dia menambahkan, akan memberikan apresiasi kepada anggota yang sudah bekerja keras mengungkap ganja satu ton lebih dalam limbah ikan asin.

“Saya pribadi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim Subdit II Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya atas kerja keras dan dedikasinya. Ini adalah pelayanan dan jaminan rasa aman bagi warga Jakarta bahkan Indonesia seutuhnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Jajaran Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran ganja seberat 1.434 kilogram yang rencananya akan disebar di wilayah DKI Jakarta. Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap enam orang yaitu AM alias Bapak, SLH alias Bohceng, MY, RND alias N, AK dan RYD alias Roy.

“Dari pengungkapan tersebut, kami berhasil menangkap enam pelaku yaitu AM cs. Pengungkapan ini yang terbesar, waktu itu di Jakarta barat 1,3 ton, kalau ini hampir 1,5 ton,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi Arianto di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/7).

“Para pelaku ini merupakan Jaringan Aceh-Jakarta-Bogor,” sambungnya.

Menurut Purwadi, pengiriman barang haram itu berhasil diikuti dari sumbernya hingga ke hilir. Hingga akhirnya kepolisian membuntutinya dan mengungkap kasus ini.

“Modusnya ganja ini di masukkan ke dalam karung. Kemudian karung berisi ganja itu dimasukkan ke dalam karung yang berisi limbah ikan asin. Memasukkan karung ganja ke dalam limbah ikan asin, dengan tujuan agar tidak terdeteksi oleh anjing pelacak,” ujarnya.

sus/uki

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.