Mobdin Disita Polisi, Ini Pengakuan Wakil Ketua DPRD Gunungkidul

Posted by:

Gunungkidul Jejaknews – Mobil dinas Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Ngadiyono disita Polres Sleman sebagai barang bukti terkait kasus dugaan pelanggaran Pemilu. Hal tersebut dibenarkan oleh Ngadiyono, namun ia mengaku mengantarkan sendiri mobil dinas bernomor polisi AB 9 D.

“Kulo anter niku nggo bukti (Saya antar mobil Dinasnya untuk barang bukti), ketemu (Anggota Polres Sleman) di Pom (Salah satu SPBU di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman),” ucapnya saat dihubungi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (8/1/2019).

Disinggung mengenai tanggapannya terkait penyitaan mobil Dinas tersebut, Ngadiyono tidak begitu mempermasalahkannya. Mengingat selama kasus tersebut bergulir, Nyadiyono sangat kooperatif dan tidak mempersulit proses penyelidikan maupun penyidikan.

“Nanti kalau sudah selesai juga dikembalikan, jangan dipikir berat-berat,” ujarnya secara singkat.

Baca juga: Mobdin Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Disita Polisi, Kenapa?

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Gunungkidul, Saptoyo mengatakan, bahwa penyitaan mobil Dinas Wakil Ketua DPRD oleh Polres Sleman tentunya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Terlebih penggunaan mobil Dinas sudah diatur dalam peraturan yang berlaku.

“Semua sudah ada aturannya (terkait penggunaan mobil Dinas), menurut saya biarlah semua berproses sesuai regulasi yang ada. Melanggar atau tidak tentu akan dibuktikan,” ucapnya saat dihubungi wartawan.

Ditambahkan Saptoyo, dengan kejadian tersebut, ia menilainya sebagai teguran keras terhadap seluruh pengguna mobil Dinas. Khususnya agar kedepannya merekan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Baca juga: Ketua Gerindra Gunungkidul Santai Tak Dibela Partai di Bawaslu

“Hikmahnya ini (penyitaan mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Gunungkidul) sebagai bentuk peringatan bagi semua pengguna kendaraan Dinas untuk lebih berhati-hati,” katanya.

Diketahui bersama, mobil dinas Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Ngadiyono, disita Polres Sleman. Penyitaan itu berkaitan dengan dugaan pelanggaran UU Pemilu yang dilakukan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Gunungkidul tersebut.

Penyitaan tersebut dibenarkan Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono. Dijelaskannya, penyitaan mobil pelat merah ini dilakukan Polres Sleman di sebuah SPBU kawasan Kalasan, Sleman, Kamis (3/1) sekitar pukul 20.46 WIB. Penyitaan berkaitan dengan dugaan pidana Pemilu yang dilakukan Ngadiyono.

“(Mobdin Ngadiyono) disita untuk barang bukti, disita oleh kepolisian, Polres (Sleman). Disita oleh kepolisian untuk kepentingan penyidikan,” ujar Bagus saat dikonfirmasi, Selasa (8/1/2019).

“Ya itu (dugaan pidana pemilu) prosesnya sudah naik ke penyidikan. Jadi itu terkait proses penyelidikan dari kepolisian, sehingga mobil tersebut disita untuk kepentingan penyidikan, kan sebagai barang bukti,” lanjutnya.

Meski penyidikan dilakukan Polres Sleman, namun Bawaslu DIY, Bawaslu Sleman, dan Kejaksaan tetap terlibat dalam pengusutan kasus. Oleh karena itu, pihaknya mengetahui kepentingan polisi menyita mobdin tersebut.

“Itu (penyitaan mobdin) untuk barang bukti. Asumsinya kalau sampai pengadilan itu kan bisa ditunjukkan barang buktinya. Mungkin pertimbangan kepolisian biar tidak ada penghilangan barang bukti, untuk menjaga barang bukti,” tegasnya.

ken/umr

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.