Nama Calon Deputi Kini KPK Minta Masukan Masyarakat

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Komisi Pemberantasan Korupsi merilis nama-nama calon pejabat Deputi Bidang Penindakan dan Direktur Penyidikan. Di antaranya berasal dari Polri dan Kejagung.
Disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, untuk posisi Deputi Bidang Penindakan ada 10 calon. Masing-masing diusulkan dari Polri 3 orang berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen), dan Kejagung tujuh orang.
Sementara, untuk posisi Direktur Penyidikan ada tiga calon. Seluruhnya berasal dari Polri berpangkat Komisaris Besar (Kombes).

Berikut adalah nama-nama calon yang diusulkan dari Polri dan Kejagung:

Deputi Bidang Penindakan
Dari institusi Polri:
1. Brigjen Toni Harmanto (Kepala Biro Pengkajian dan Strategi Polri)
2. Brigjen Firly (Kapolda Nusa Tenggara Barat)
3. Brigjen Abdul Hasyim Gani (Perwira Menengah Staf Sumber Daya Manusia Polri penugasan pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang).

Dari institusi Kejagung:
1. Feri Wibisono
2. Fadil Zumhana
3. Heffinur
4. Wisnu Baroto
5. Oktovianus
6. Tua Rinkes Silalahi
7. Witono

Direktur Penyidikan
Dari institusi Polri:
1. Edy Supriyadi
2. Andy Hartoyo
3. Djoko Poerwanto

Febri meminta masyarakat turut serta memberikan masukan mengenai sosok masing-masing calon yang diusulkan dari kedua institusi tersebut. Hal itu, menurutnya, sebagai bagian dari peran memperkuat upaya pemberantasan korupsi ke depan.

“Karena dua posisi yang akan diseleksi ini merupakan jabatan yang sangat penting bagi ikhtiar pemberantasan korupsi ke depan,” ujarnya, melalui pesan singkat, Minggu (11/3/2018). Ia menambahkan, masyarakat bisa memberikan masukannya antara lain dengan mendatangi langsung ke KPK, atau melalui surat.

“Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan Jumat, 9 Maret 2018 bahwa KPK terbuka dengan masukan masyarakat terhadap calon Deputi Bidang Penindakan dan Direktur Penyidikan yang sudah diajukan pada kami,” imbuhnya.

KPK membutuhkan pejabat baru di posisi Deputi Bidang Penindakan sepeninggal Inspektur Jendral (Irjen) Heru Winarko yang kini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Sedangkan posisi Direktur Penyidikan akan ditinggalkan oleh Brigjen Aris Budiman setelah yang bersangkutan ditarik kembali ke Polri karena akan ditempatkan pada posisi lain dalam rangka promosi.

Selain yang diusulkan dari Polri dan Kejagung, untuk dua posisi itu juga ada calon dari internal KPK. Hanya saja, Febri belum mengumumkan nama-namanya dengan alasan masih proses pendaftaran.
“Internal terakhir kemarin masih proses pendaftaran. Setelah daftar harus verifikasi PI (pengawas internal) dulu baru bisa ikut tahapan,” tuntasnya.

Proses seleksi untuk dua posisi penting tersebut bakal dilakukan oleh pihak ketiga. Seleksi tersebut akan meliputi tes potensi dasar, bahasa, kompetensi, kesehatan, dan wawancara dengan pimpinan KPK.

Selain itu, lembaga antirasuah juga akan memeriksa catatan masa lalu dari masing-masing kandidat yang mengikuti seleksi. Proses seleksi telah dibuka sejak 10 Maret 2018.

riy/riy

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.