Palsukan Akta Yayasan, Divonis Dua Tahun Penjara

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Setelah tertunda empat pekan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur akhirnya menvonis Alfian Amura terdakwa pemalsu Akta Yayasan Ibnu Chaldun dengan dua tahun penjara. Putusan itu disambut suka cita mahasiswa yang selama ini mengaku dirugikan.

“Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak kejahatan dengan sengaja menggunakan akte yang seolah-olah fungsinya cocok dengan hak yang sebenarnya. Atas semua itu, menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun penjara,” kata ketua majelis hakim Abdul Bari, Selasa (5/12).

Dalam pembacaan vonis itu hakim Abdul Bari menyebut bahwa ada dua hal yang memberatkan terdakwa. Pertama, masalah itu meresahkan masyarakat khususnya mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, kedua terdakwa juga merugikan yayasan YPPIC. “Yang meringankan terdakwa adalah tidak pernah terlibat hukum dan tidak menghambat proses persidangan,” ujar hakim Abdul Bari.

Terdakwa Alfian Amura , kata Hakim ketua, telah menyebabkan kerugian berkurangnya mahasiswa baru di kampus Ibnu Chaldun Jakarta dan status kelulusan badan hukum mengalami kesulitan atas hal yang dilakukannya. Sehingga, secara sah melakukan tindak pidana dan telah memenuhi unsur pasal 266 KUHP ayat 2.

Atas vonis itu terdakwa Alfian Amura mengaku pikir-pikir dulu dengan penasehat hukumnya. “Saya akan pikir-pikir dulu,” ucapnya. Majelis hakim pun memberikan waktu tujuh hari atas putusan yang dijatuhkannya tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Yayasan (Yayasan Pembina Universitas Ibnu Chaldun – YPUIC) yang nama nya mirip dengan Yayasan yang SAH tercatat Kemenristek Dikti dan Dirjen AHU yaitu (Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun – YPPIC) sebagai pengelola Universitas. Akta Yayasan yang dipalsukan oleh Alfian kemudian menerbitkan ijazah palsu mengatasnamakan Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta beberapa waktu lalu*.

JPU Teguh Harianto mengatakan, pihaknya mengajukan tuntutan kepada Alfian Amura karena terdakwa terbukti melanggar pasal 266 ayat 2 KUHP. “Terdakwa harus dihukum atas perbuatannya dan kami menuntut hukuman empat tahun penjara,” katanya saat membacakan tuntutan beberapa waktu lalu.

wid/ryo

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.