Perusuh Saat Demo Mengaku Dijanjikan Rp 100 Ribu Namun Belum Dibayar

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Polisi masih memburu siapa yang membayar perusuh yang terjadi saat demo di depan kantor Bawaslu di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat yang kemudian merembet ke wilayah Petamburan dan Slipi, Jakarta Barat 21-22 Mei.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menyebutkan ada kelompok besar yang membiaya perusuh. Indikasinya saat terjadi demo yang berakhir rusuh ditemukan uang Rp 20 juta.

Indikasi Kombes Hengki dibenarkan beberapa tersangka dari 183 yang diamankan polisi. Seperti tersangka F (20) mengaku diajak lewat media sosial dan akan dibayar Rp 100 ribu.

Sialnya wagra Lubang Buaya, Jakarta Timur ini belum dibayar namun justru masuk penjara
“Saya itu diajak pak, dari media sosial. Saya dapat Rp 100 ribu sama makan buka puasa,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (23/5).

Tersangka F mengaku berangkat bersama empat orang lainnya. “Saya berangkat cuma pakai pakaian koko, belum dibayar nanti bayarnya katanya. Saya hanya diajak,” ujarnya.

Tidak hanya tersangka F, ada juga yang mengaku ada yang suru demi dan akan dibayar Rp 300. Rupanya bayaran tidak sama tergantung peran masing-masing. Sepertinya yang dapat lebih besar yang bisa membawa massa lebih banyak.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menegaskan, masing-masing perusuh itu akan menerima imbalan sebesar Rp 100 hingga 200 ribu per orang.

“Ini kita sita semua dari tersangka dan ada berita acaranya dan diakui oleh tersangka dalam BAP bahwa telah menerima uang dari seseorang,” kata Hengki.

Hengki mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki siapa oknum yang menjadi dalang dan membayar para pelaku kerusuhan ini. “Masih kita dalami ya dalangnya, masih kita cari,” ujar Hengki.

ary/lia

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.