Wanita Jaksa Diduga 9 Kali Plesiran ke Luar Negeri Bareng Pengacara Djoko Tjandra

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Efek Pertemuan Pengacara Buronan Korupsi Djoko S. Tjandra, Anita Kolopaking dengan Jaksa Wanita yang beredar di media sosial yakni Kasubag Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Pinangki Sirna Malasari. Rabu (29/7/2020).

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menegaskan bahwa Jaksa Pinangki Sirna Malasari terbukti melanggar prosedur sebagai Jaksa dengan sembilan kali plesiran keluar negeri tanpa izin dan dicopot dari jabatannya serta tanpa jabatan.

“Sedangkan klarifikasi yang dilakukan terhadap adanya foto seorang Jaksa perempuan bersama dengan Anita Kolopaking dan seorang laki-laki yang diduga terpidana Djoko Soegiarto Tjandra, ternyata telah ditemukan adanya bukti permulaan pelanggaran disiplin oleh terlapor Pinangki Sirna Malasari, sehingga ditingkatkan pemeriksaannya menjadi Inspeksi kasus. Kemudian yang bersangkutan dicopot jabatannya lalu non job,” tegasnya.

Wakil Jaksa Agung telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : KEP-IV-041/B/WJA/07/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat berupa ‘Pembebasan Dari Jabatan Struktural’ Sebagaimana diatur dalam PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 7 ayat (4) huruf c.

“Yang bersangkutan telah melakukan perjalanan keluar negeri sebanyak sembilan kali yakni ke Singapura dan Malaysia. Dari hasil pemeriksaan klarifikasi yang bersangkutan menggunakan uang pribadi,” terangnya.

Menurutnya, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspeksi kasus atas nama terlapor Pinangki Sirna Malasari Jaksa Madya Eselon IV. terbukti melakukan pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil yaitu telah melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa mendapat izin tertulis dari pimpinan sebanyak 9 kali dalam tahun 2019.

“Surat Edaran Jaksa Agung Nomor : 018/JA/11/1982 tanggal 11 November 1982 tentang Kesederhanaan Hidup, Surat Edaran Jaksa Agung Pembinaan Nomor : B-1181/B/BS/07/19 87 tanggal 6 Juli 1987 perihal Petunjuk Pelaksanaan Untuk Mendapatkan Izin Bepergian ke Luar Negeri dan surat Jaksa Agung Muda Intelijen Nomor B- 012/D.1/01/1987 tanggal 8 Januari 1987 mengenai daftar isian clerance, serta melakukan pertemuan dengan buronan Terpidana Djoko S. Tjandra,” papar Hari.

Ia juga menambahkan bahwa perbuatan tersebut merupakan pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 3 angka 17 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 yaitu ‘Pegawai Negeri Sipil wajib mentaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang’ dan pelanggaran terhadap ketentuan pasal 3 huruf a dan pasal 4 huruf a Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : PER-067/A/JA/07/2007 tentang Kode Perilaku Jaksa yaitu ‘Dalam melaksanakan tugas profesi, Jaksa wajib mentaati kaidah hukum peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku’.

Serta ‘Dalam melaksanakan tugas profesi, Jaksa dilarang menggunakan jabatan dan atau kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan atau pihak lain Bahwa untuk menegakkan disiplin, perlu menjatuhkan hukuman disiplin yang setimpal dengan pelanggaran disiplin yang dilakukannya.

nvi/uki

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.