Wela Gendeng…Sespri Kapolri Gadungan Terima Suap Rp 5 Juta

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Lagi, Sekretaris Pribadi Pimpinan (Sespri) Kapolri gadungan dicokok Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tersangka, Albert, 36 dibekuk usai menipu keluarga DN, yang mengaku bisa mengeluarkan tahanan kasus narkoba di kepolisian.

Keluarga DN percaya lantaran tersangka mengenakan baju dinas Polri dengan pangkat Kompol. Selain itu, ia juga membawa mobil Dinas Fortuner dengan plat kepolisian. Karena, itu korban menyerahkan uang tunai Rp 5 juta.

“Uang Rp 5 juta itu diserahkan korban ke tersangka di mobil dinas palsu tersebut.
Kami masih dalami kemungkinan ada korban lain,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (15/10).

Dari tersangka, polisi menyita satu set seragam PDL Polri, KTP, dompet, kartu ATM dan mobil Fortuner plat polri 03-00. Plat nomor tersebut digunakan Irwasum Polri kemudian dipalsukan tersangka di kawasan Roxy Jakarta Barat.

Dikatakan, kasus tersebut terungkap dari laporan keluarga DN lantaran apa yang dijanjikan Albert tak kunjung ada kabar bahkan menghilang. DN sendiri tersangkut kasus narkoba kemudian ia dititipkan ditahanan Polres Kabupaten Bekasi, 20 Juli 2018.

Kemudian keluarga korban bertemu tersangka pada Sabtu (13/10), sekitar pukul: 14.30 wib di salah satu minimarket Bekasi. Saat bertemu Albert mengenakan baju dinas polri dan bersedia mengurus DN agar bebas dari tahanan, namun meminta uang untuk memuluskan rencana.

Setelah uang Rp 5 juta diserahkan, keluarga tak kunjung mendapat kabar dan ternyata DN masih tetap mendekam dalam penjara. Keluarga DN yang mulai curiga lalu mencari keberadaan Albert dan akhirnya tahu jika Albert bukan anggota Polri. Petugas langsung memburu tersangka dan berhasil menangkapnya tanpa perlawanan di kawasan Bekasi.

“Dia ngaku baru sekali ini. Ada teman juga yang bisa selesaikan masalah di kepolisian jadi berani seperti ini. Atas kejadian ini kami mengimbau masyarakat agar jangan mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai anggota Polri,” ucap Argo.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

sus/uki

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.