Fahri Hamzah : Dana Desa Tidak Mampu Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyesalkan program kerja pemerintah yang telah menggelontorkan ratusan triliun rupiah kepada desa tetapi tidak mampu mendongkrak daya beli masyarakat. Pemerintah mengalokasikan dana desa tahun 2017 sebesar Rp 60 triliun dengan Rp 800 juta/desa, disusul dana transfer daerah Rp 700 triliun.

“Ada anomali antara pertumbuhan ekonomi yang naik tetapi tidak diikuti dengan tingginya daya beli masyarakat terutama masyarakat di daerah,” ujar Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah,Selasa (15/8). “Indikasinya tercatat angka pertumbuhan ekonomi tidak mengalami kesesuaian.”

Ketidaksesuaian itu, katanya, dimungkinkan terjadi lantaran pemerintah selama ini kerapkali mengandalkan data makro sebagai rujukan capaian pembangunan. Hal itu menyebabkan pemerintah gagal memotret kinerja makro dalam membaca dinamika rumahtangga atau individu masyarakat, yang terindikasi melemahnya daya beli masyarakat.

Dicontohkannya, pertumbuhan ekonomi yang dicapai pemerintah sebesar 5,01 persen di kuartal ke-2 ternyata tidak sejalan dengan tingkat daya beli masyarakat yang justru menurun kendati indikator stabil, menaik, konstruktif dan kesejahteraan rakyat naik atau justru ada gejala akan terjadi penurunan yang permanen.

Hal itu didasari data Badan Pusat Statistik (BPS) pimpinan Kecuk Suharyanto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi di Kuartal ke-2 sama dengan Kuartal ke-1 sebesar 5,01%, yang diklaim masih dibawah ekspektasi lantaran di kuartal II ada Idul Fitri/Lebaran dimana konsumsi masyarakat naik.

yus/evi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.