Kemenperin Akui Indonesia Belum Mampu Rebut Pasar Ekspor Alas Kaki Dunia

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Kementerian Perindustrian mengungkapkan Indonesia belum mampu menyaingi Cina, India, Vietnam, dan Brasil dalam merebut pasar ekspor sektor industri alas kaki dunia.

Kendalanya mulai ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku, bahan penolong aksesoris, dan kenaikan kurs dolar, yang memengaruhi struktur biaya produksi.

“Kekurangan bahan baku kulit mentah karena pasokan domestik baru memenuhi 36% dari total kapasitas industri penyamakan kulit sebagai tantangan saat ini,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, di Jakarta, Kamis (22/2).

Kondisi tersebut disesali wakil ketua DPR bidang Korkesra Fahri Hamzah. Katanya, banyak kebijakan pemerintah Cq Kemenperin didukung penuh Parlemen Senayan termasuk menjembatani nota kesepahaman antarpemerintah melalui parlemen negara penerima ekspor.

“Padahal banyak peluang ekspor bagi sejumlah komoditas yang berbahan baku domestik, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas dengan menyerap banyak tenaga kerja domestik,” ujar deklarator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Data World Footwear Market mengungkap bahwa Indonesia merupakan negara produsen alas kaki terbesar ke-empat di dunia pada 2016. Setiap tahunnya, Indonesia memproduksi sekitar 1 miliar pasang alas kaki, yang berkontribusi 4,4% produksi alas kaki dunia dengan nilai ekspor produk alas kaki nasional pada 2017 mencapai 4,7 milyar dolar AS atau naik dua persen dibanding capaian tahun sebelumnya senilai 4,6 milyar dolar AS.

Indonesia mencatat kekalahan bersaing dengan Cina, India, Vietnam, dan Brasil, di antaranya belum seriusnya Indonesia memasuki pasar global melalui pintu Free Trade Agreement atau perjanjian pasar bebas dimana negara bersangkutan sudah menandatanganinya sehingga menerima manfaat bebas bea masuk ekspor sampai 0%.

boy/ika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.