Diperiksa KPK, Yorrys Seret Nama Kahar Muzakir di Kasus Suap Bakamla

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai menyebut nama Ketua Komisi III DPR Fraksi Golkar, Kahar Muzakir dalam kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Saat itu, Kahar menjadi ketua Banggar DPR.

Tadi ya ada disinggung sedikit (saat pemeriksaan). Saya bilang paling gampang itu kalau anda ikuti, kalau di internal Golkar panggil Ketua Banggar. Kahar (Muzakkir) kan Ketua Banggar pada saat itu,” ujar Yorrys usai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Senin (14/5).

Yorrys sendiri diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fayakhun Andriadi. Yorrys mengaku dirinya dicecar terkait pembahasan anggaran proyek satelit monitoring di Bakamla oleh DPR RI.

Namun, Yorrys mengaku tak tahu menahu mengenai proses penganggaran proyek yang diwarnai rasuah tersebut. Menurutnya, pihak internal Golkar yang memahami mengenai proses mekanisme penganggaran proyek ini adalah Kahar Muzakir yang saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR sekaligus Ketua Banggar.

Tak hanya Kahar, Yorrys juga menyebut Bendahara Umum Partai Golkar Robert Joppy Kardinal yang juga sempat menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar. Menurut Yorrys, jika ingin mengetahui aliran uang di Bakamla, maka KPK harus memeriksa Banggar, Ketua Fraksi dan Bendahara Umum.

“Kemudian Bendahara Fraksi kan, yang kemudian menjadi bendahara umum, Saudara Robert Kardinal. Karena kalau menyangkut uang dari anggaran itu kan mengalirnya ke situ, Banggar, Ketua Fraksi, Bendahara Fraksi. Itu yang paling tahu persis mengenai bagaimana mekanisme-mekanisme,” kata dia.

Usai menyeret nama orang lain, Yorrys mengaku tak tahu mengenai penganggaran proyek satelit monitoring. Yorrys mengklaim pembahasan anggaran Bakamla dibahas di Komisi XI DPR.

Selain soal pembahasan anggaran, Yorrys juga mengaku dicecar terkait penerimaan uang Rp 1 miliar dari Fayakhun. Menurut Yorrys, Fayakhun mengakui hal tersebut kepada penyidik KPK.

“Ya dari laporan Fayakhun dalam pemeriksaan dia bahwa dia ada memberikan uang kepada beberapa orang diantaranya saya,” kata dia.

Yorrys mengatakan, dalam keterangan Fayakhun, dia diberikan uang agar mendukung Fayakhun dalam pemilihan Ketua DPD Golkar DKi Jakarta pada April lalu. Namun Yorrys membantah keterangan Fayakhun itu.

“Sekarang begini, dia minta dukungan kepada saya untuk mendukung jadi ketua Golkar DKI bulan April. Tetapi uang yang dia kasih ke saya Rp 1 miliar itu bulan Juni, anda minta dukungan, masa bayar setelah jadi sekian bulan? Itu kan enggak mungkin,” kata dia.

riy/riy

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.