Dugaan Korupsi Anggaran Sampah, 2 Pejabat Dinas LH Madiun Ditahan

Posted by:

Madiun Jejaknews – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun resmi menahan dua tersangka dugaan korupsi anggaran sampah tahun 2017. Kedua tersangka yakni pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Madiun yakni kepala Dinas Bambang Brasianto dan Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Domestik Priono Susilo Hadi .

“Kedua tersangka sudah terdakwa setelah tadi keduanya mengikuti sidang pertama agenda dakwaan di PN Tipikor Surabaya,” terang Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Madiun Bayu Novrian Dinata kepada wartawan di Lapas kelas 1 Madiun, Kamis malam ini (7/1/2019).

Penahanan kedua terdakwa kata Bayu terhitung selama 30 hari ke depan selama menjalani persidangan. Jika tidak dilakukan penahanan lanjut Bayu, karena dikwatirkan kedua terdakwa bisa melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

“Dikuatirkan bisa menghilangkan barang bukti sehingga kita resmi tahan selama 30 hari kedepan,” katanya.

Diungkapkan Bayu kedua terdakwa merugikan keuangan negara Rp 417 juta dari total anggaran pengelolaan sampah senilai Rp 2 miliar tahun 2017. Dana tersebut dicairkan sebanyak 4 kali. Namun dalam praktiknya meski 4 kali pencairan, namun hanya satu PT dalam pengerjaan dan tidak melalui lelang.

Pantauan detikcom kedua terdakwa tiba di lapas kelas 1 Madiun sekitar pukul 19.30 WIB dengan dikawal staf kejaksaan negeri Kabupaten Madiun. Dengan mengendarai mobil kijang Innova bernopol AE 1148 FB rombongan langsung tiba dari pengadilan Tipikor Surabaya.

Kedua tersangka tampak tersenyum kepada awak media saat tersorot kamera mulai keluar mobil hingga masuk ke pintu lapas kelas 1 Madiun. Usai masuk ke dalam ruang Lapas nampak terlihat dari balik jendela kedua terdakwa menjawab pertanyaan dari petugas lapas.

“Untuk keluarga tidak ada yang mengantarkan pak,” ucap petugas lapas kelas 1 Madiun yang dijawab terdakwa Bambang Bramantyo tidak ada.

Diberitakan sebelumnya bahwa kedua terdakwa pejabat Dinas Lingkungan Hidup (LH) telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun sejak bulan Juli 2018. Namun yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan dikarenakan pertimbangan kesehatan.

Sejak ditetapkan tersangka itu kedua terdakwa telah menyerahkan uang senilai Rp 450 juta untuk jaminan. Uang itu untuk penjaminan agar tidak dilakukan penahanan. Kasus ini terungkap atas laporan masyarakat

(**)/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.