Kasus Korupsi Pengadaan Crane, Eks Dirut Pelindo II RJ Lino Penuhi Panggilan KPK

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino atau RJ Lino memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II.

RJ Lino yang tiba sekitar pukul 10.00 WIB, dengan mengenakan kemeja batik dibalut jas hitam, ini mengaku siap menghadapi pemeriksaan KPK hari ini.

“Ini proses yang harus dihadapi. Ya saya akan hadapi itu. I know what I’m going,” ujar RJ Lino sebelum memasuki gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (23/1).

Selain RJ Lino, KPK turut memanggil seorang saksi yakni Paulus Kokok Parwoko selaku Direktur Utama PT Jayatech Putra Perkasa dalam kasus tersebut. Ia akan diperiksa untuk RJ Lino.

Dalam kasus ini KPK menetapkan Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino (RJ Lino) sebagai tersangka pada 18 Desember 2015. Penetapan tersangka tersebut diawali dengan surat perintah penyidikan (sprindik) yang ditandatangani pimpinan KPK tertanggal 15 Desember 2015.

RJ Lino dijerat sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tiga unit quay container crane (QCC) alias mesin derek besar kontainer pada 2010.

Dia diduga menyalahgunakan wewenangnya dengan menunjuk langsung perusahaan asal Tiongkok, PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery. Co.Ltd., dalam pengadaan tiga alat berat tersebut.

RJ Lino sempat mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK, namun kandas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada 26 Januari 2016. RJ Lino juga sudah diperiksa sebagai tersangka pada 5 Februari 2016.

riy/nna

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.