KPK Cecar Kajari HST soal Aliran Duit TPPU Eks Bupati Abdul Latif

Posted by:

Jakarta Jejaknews – KPK memeriksa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hulu Sungai Tengah (HST) Wagiyo Santoso sebagai saksi. Dia dicecar soal aliran dana dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Bupati HST Abdul Latif.

“Penyidik menggali keterangan saksi terkait pengetahuannya tentang dugaan aliran uang dalam perkara TPPU dengan tersangka ALA (Abdul Latif) ini,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (8/7/2019).

Selain memeriksa Wagiyo, KPK memeriksa dua jaksa pada Kejari HST, yaitu Arief Fatchurrohman dan Eko Budi Susanto. Keduanya juga dicecar soal aliran uang dalam kasus dugaan pencucian uang ini.

Abdul Latif sendiri ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam tiga kasus dugaan korupsi, yakni suap, gratifikasi, dan TPPU. Dia sudah divonis bersalah dalam kasus suap.

Abdul Latif divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan serta dicabut hak politiknya selama 3 tahun. Abdul Latif terbukti menerima suap Rp 3,6 miliar terkait pembangunan ruang perawatan di RSUD Damahuri Barabai.

Hukuman tersebut diperberat di tingkat banding oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Abdul Latif dihukum 7 tahun penjara dan denda Rp 300 subsider 3 bulan kurungan.

KPK juga menetapkan Abdul Latif sebagai tersangka gratifikasi dan TPPU. Total gratifikasi yang diduga terima Latif, yaitu Rp 23 miliar dari fee proyek-proyek di sejumlah dinas di wilayahnya dengan kisaran 7,5-10 persen setiap proyek.

Terkait penerimaan gratifikasi itu, KPK menduga Abdul Latif melakukan pencucian uang. KPK pun telah menyita total 23 kendaraan yang diduga terkait TPPU Abdul Latif antara lain 2 unit unit Hummer H3, 1 unit Cadillac Escalade, dan 1 unit Ducati Streetfighter 848.

riy/nna

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.