10 Orang Diduga Terlibat Pembunuhan Jurnalis Malta Ditangkap

Posted by:

Malta Jejaknews – Setelah dikritik oleh banyak pihak, kepolisian Malta akhirnya menangkap sepuluh orang pelaku diduga terlibat dalam pembunuhan seorang pewarta setempat, Daphne Caruana Galizia. Penegak hukum setempat harus membuktikan kalau mereka adalah para pelakunya dalam waktu 48 jam.

Kabar itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Joseph Muscat. Menurut dia, selain polisi, operasi penangkapan itu melibatkan tentara dan badan intelijen Malta, seperti dilansir dari laman Associated Press, Senin (4/12).

Sayangnya Muscat tidak memberikan penjelasan lebih rinci soal identitas para tersangka, dengan alasan khawatir mengganggu proses penyelidikan. Dia cuma menyebut kalau sepuluh orang itu seluruhnya mempunyai catatan tindak kejahatan, tetapi belum bisa dipastikan apakah mereka bagian dari sebuah sindikat seperti mafia.

Caruana Galizia tewas dalam ledakan bom dipasang di mobil sewaannya pada 16 Oktober lalu. Insiden itu terjadi saat dia berkendara belum jauh dari rumahnya di Bidnija, Mosta.

Menurut sumber di Kepolisian Malta, diduga kuat pelaku memasang bom plastik Semtex buatan Israel di mobil Galizia.

Menurut salah satu anak Galizia, Matthew Caruana Galizia, dia melihat langsung mobil ibunya meledak dan berkitir di udara, kemudian jatuh. Matthew saat itu langsung berlari ke arah mobil ibunya yang masih membara dan klaksonnya menyalak, kemudian berusaha membuka pintunya. Dia meminta bantuan kepada dua polisi yang datang tidak lama kemudian buat memadamkan api.

“Mereka memandang saya dan mengatakan, ‘tidak ada yang bisa kami lakukan’. Saya lalu melihat sekeliling, dan tubuh ibu saya berserakan,” kata Matthew yang mengikuti jejak sang ibu menjadi pewarta.

Matthew meyakini ibunya dibunuh karena pendiriannya yang selalu memerangi penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Apalagi menurut dia ibunya tidak memihak kepada kelompok politik manapun. Dia menuding pejabat dan penegak hukum Malta menyuburkan budaya kebal hukum. Sebab, dugaan korupsi membelit para petinggi negara seolah mudah menguap. Apalagi lembaga keuangan Malta dikenal abai soal asal-usul uang simpanan dan menjadi surga bagi penggelap pajak dan pencucian uang. Dia berharap dengan kejadian ini membikin mata rakyat Malta terbuka dan membawa perubahan.

“Jika seluruh lembaga bekerja, maka tidak perlu ada kasus pembunuhan yang diusut. Dan saya beserta adik masih mempunyai ibu,” ujar Matthew.

Galizia membikin Malta terkejut setelah tahun lalu dia menulis laporan investigasi tentang daftar orang-orang menyembunyikan kekayaan mereka melalui perusahaan fiktif di Panama, dikenal dengan Panama Papers. Isinya menyebut istri Joseph Muscat, Michelle, diduga memiliki perusahaan cangkang di Panama, Egrant, buat menampung uang kiriman dari anak perempuan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev. Azerbaijan memang terikat kontrak memasok gas ke Malta.

Muscat dan istrinya membantah memiliki perusahaan cangkang. Mereka juga menggugat Galizia karena tulisannya. Muscat menyangkal kalau negaranya dianggap sebagai surga pencucian uang dan penggelapan pajak. Namun, Muscat mengakui kalau dia menganggap Galizia adalah musuh besarnya karena hasil laporannya soal Panama Papers.

Keluarga mendiang Galizia juga menolak menerima uang santunan sebesar EUR 1 juta (sekitar Rp 16 miliar) dari negara. Mereka menuntut supaya aparat keamanan setempat membongkar siapa dalang di balik insiden itu.

Tiga anak Galizia, yaitu Andrew, Matthew, dan Paul, mendesak supaya Joseph Muscat mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab politik. Mereka mengaku merasa dipaksa negara menerima uang santunan itu.

Dalam satu dasawarsa terakhir sudah terjadi 15 aksi pemboman diduga dilakukan oleh kelompok kejahatan mafia di Malta. Dari semuanya, belum ada satu pun yang terpecahkan hingga detik ini. Hal ini menimbulkan tanda tanya apakah pemerintah setempat serius buat mengungkap pembunuhan terhadap Galizia atau sekedar janji buat melegakan hati keluarga mendiang.

mey/mey

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.