Arab Saudi Eksekusi Mati TKI Secara Diam Indonesia Harus Protes

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah proaktif dengan melayangkan protes kepada pemerintah Arab Saudi yang telah mengeksekusi mati pekerja migran Indonesia asal Majalengka, Tuti Tursilawati, tanpa pemberitahuan resmi.

Untuk kesekian kalinya Arab Saudi dinilai telah mencederai etika diplomasi antara kedua negara yang seharusnya mengedepankan penghargaan atas hak asasi manusia.

“Indonesia harus memprotes keputusan yang melanggar HAM tersebut. Presiden Joko Widodo punya kewenangan untuk memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia untuk meminta klarifikasi dan menyampaikan protes resmi,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, Rabu (31/10).

Amnesty International menolak penerapan hukuman mati tanpa terkecuali dalam kasus apa pun dan dengan metode apa pun. Hukuman yang kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia tersebut jelas melanggar hak untuk hidup yang dijamin Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM) dan Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik.

Usman Hamid menambahkan, pihaknya juga meminta agar pemerintah Indonesia melakukan moratorium hukuman mati di dalam negeri sebagai langkah awal penghapusan hukuman mati untuk semua jenis kejahatan.

“Tidak logis jika Indonesia meminta negara lain untuk membebaskan warga negaranya dari hukuman mati, sedangkan di dalam negeri sendiri Indonesia masih mempraktekkan hukuman yang kejam dan tidak manusiawi tersebut,” jelas Usman.

Menurutnya, Indonesia sebaiknya mengikuti jejak negara tetangga Malaysia yang telah mengumumkan akan menghapuskan hukuman mati untuk semua jenis kejahatan, hanya beberapa bulan setelah mengumumkan moratorium hukuman mati.

“Keputusan Malaysia tersebut bisa berpengaruh positif terhadap WNI yang terancam hukuman mati disana,” tambah Usman.

Dia menuturkan, penghapusan hukuman mati bisa memudahkan diplomasi Indonesia di luar negeri untuk menyelamatkan warga negara Indonesia yang terancam hukuman mati.

“Kami juga meminta perwakilan pemerintah Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mempertahankan posisi yang sama, yaitu abstain, dalam voting Resolusi ke 7 Moratorium terkait Penggunaan Hukuman Mati yang akan dilaksanakan pada bulan Desember nanti atau mengambil inisiatif untuk mendukung resolusi tersebut. Kami yakin Indonesia akan mengedepankan perspektif HAM dalam mengambil keputusan pada Resolusi ke-7 terkait Moratorium Hukuman Mati pada Desember 2018 nanti,” tutupnya.

Arab Saudi kembali mengeksekusi mati seorang WNI. Kali ini TKI yang dieksekusi bernama Tuti Tursilawati. Hukuman mati ini dilakukan tanpa pemberitahuan pada perwakilan Republik Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku telah menyampaikan dirinya sudah menghubungi Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al Jubeir untuk memprotes eksekusi mati tenaga kerja Indonesia asal Majalengka, Tuti Tursilawati.

Kemarin, kata Retno, Kementerian Luar Negeri menerima informasi bahwa pagi waktu Saudi telah dilaksanakan hukuman mati terhadap Tuti Tursilawai terpidana kasus pembunuhan.

“Setelah menerima kabar itu saya langsung menghubungi menlu Saudi. Saya sampaikan protes dan concern kita yang sangat mendalam,” kata Menlu Retno kepada wartawan di sela acara Our Ocean Conference di Bali hari ini, seperti keterangan diterima merdeka.com, Selasa (30/10).

Menlu menambahkan, dirinya juga sudah berbicara dengan duta besar Arab Saudi untuk Indonesia mengenai hal ini.

“Dia menyampaikan dia sangat paham dan dia akan menyampaikan sekali lagi protes Indonesia, concern Indonesia yang sangat mendalam kepada capitol (Riyadh),” ujar Menlu Retno.

Eksekusi Tuty ini hanya berlangsung enam hari setelah Menlu Jubeir mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu Retno di Jakarta membahas soal perlindungan TKI.

mey/nta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.