China Marah Latihan Perang Diintip Pesawat Mata-mata AS

Posted by:

China Jejaknews – China protes keras jet pengintai U-2 milik Amerika Serikat terbang tanpa izin di atas zona larangan terbang wilayah tempat militer Tiongkok latihan perang.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian menyebut pesawat AS yang melintas tanpa izin itu adalah bentuk provokasi. Ia pun menentang hal tersebut dan telah mengajukan pernyataan serius kepada AS.

“Ini sangat mengganggu aktivitas. Ini secara serius melanggar kode perilaku aman untuk udara dan laut antara China dan AS dan norma internasional. Ini dengan mudah menyebabkan kesalahan penilaian, atau bahkan bisa menyebabkan kecelakaan di laut dan udara,” kata Wu melansir dari South China Morning Post Rabu (26/8).

Sebuah sumber yang dekat dengan militer China melaporkan pesawat pengintai tersebut berasal dari pangkalan militer di Korea Selatan, dan terbang di atas Teluk Bohai tempat kapal induk China, Shandong ikut serta dalam latihan tersebut.

Di sisi lain Lembaga Pemikir South China Sea Probing Initiative mengungkapkan bahwa pesawat yang melintas adalah jet pengintai angkatan udara AS RC-135S. Mereka memperkirakan pesawat itu sedang dalam transfer, bukan misi pengintaian.

Latihan perang saat itu tengah dilakukan di perairan lepas pantai timur laut China, yang membentang dari Teluk Bohai hingga Laut Kuning.

Sementara itu dalam sebuah pernyataan, militer AS mengatakan penerbangan U-2 sat itu telah sesuai dengan aturan dan regulasi internasional.

Dalam keterangan itu dijelaskan bahwa personel angkatan udara Pasifik akan terus terbang dan beroperasi di mana saja yang diizinkan oleh hukum internasional, pada waktu dan tempo sesuai keinginan mereka.

Lockheed U-2 sendiri dapat terbang lebih dari 70 ribu kaki, melakukan misi pengintaian siang dan malam serta segala cuaca.

Pesawat mata-mata itu dikerahkan dalam konflik pasca-Perang Dingin di Afghanistan dan Irak, dan mendukung beberapa operasi NATO multinasional.

Insiden itu terjadi saat hubungan AS dan China jatuh ke titik terendah dalam sejarah, dengan konfrontasi yang meluas dari perdagangan ke ideologi.

Di bidang militer, angkatan laut AS secara teratur melakukan operasi di dekat Taiwan dan di Laut China Selatan, sebagai tantangan terhadap klaim teritorial China di wilayah tersebut.

Ahli Urusan AS Akademi Ilmu Sosial Tiongkok Liu Weidong mengatakan penerbangan U-2 lebih merupakan isyarat oleh Amerika Serikat.

“Dengan menerbangkan U-2 ke zona larangan terbang China, AS memberi tahu China bahwa aturan permainan tidak diputuskan oleh Beijing, dan ‘Saya bisa datang jika saya mau’,” ujarnya.

riy/nna

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.