Duterte Ajak Negara Lain Keluar dari Mahkamah Internasional

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Presiden Rodrigo Duterte mengajak negara lain mengikuti jejak Filipina untuk menarik diri dari keanggotaan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC).

“Saya akan meyakinkan setiap pihak yang sekarang berada di bawah perjanjian itu untuk keluar, keluar. Ini bukan dokumen yang disiapkan untuk semua orang, tapi disponsori oleh Uni Eropa,” ujar Duterte, Minggu (18/3).

Duterte sendiri sudah memberikan notifikasi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai keputusan negaranya untuk keluar dari ICC pada pekan lalu.

Internasional
Keputusan ini diambil sekitar satu bulan setelah ICC mengumumkan bahwa mereka sudah memulai penyelidikan awal terkait dugaan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan jajaran pemerintahan Duterte dalam kampanye perang anti-narkoba.

Kampanye ini digalakkan sejak Duterte menjabat dua tahun lalu. Sejak saat itu, lebih dari 4.000 tersangka pengedar narkoba dilaporkan tewas tanpa proses peradilan jelas, tudingan yang selalu dibantah Duterte.

Berdasarkan Statuta Roma yang diratifikasi oleh Filipina pada 2011, ICC dapat melakukan penyelidikan jika sebuah negara tak mau menginvestigasi dugaan kejahatan.

Juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque, mengatakan bahwa pengadilan di negaranya masih berfungsi baik dan tetap berlaku adil meski banyak keberatan.

Dalam surat pernyataan mundur kepada Sekjen PBB, Antonio Guterres, pemerintah Filipina pun mengatakan bahwa keputusan mereka untuk keluar adalah bentuk “sikap prinsip kami terhadap mereka yang mencoba melakukan politisasi dan menggunakan hak asasi manusia sebagai senjata.”

mey/nta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.