Hamas Tangkap Puluhan Warga Gaza Diduga ‘Kolaborator’ Israel

Posted by:

Palestina Jejaknews – Pimpinan kelompok Hamas di Gaza mengatakan telah menahan puluhan orang warga Palestina yang dicurigai bekerja sama dengan Israel semenjak serangan Israel yang gagal di kawasan itu.

Operasi pasukan khusus pada 11 November, yang disebut Israel sebagai misi pengumpulan data intelijen, berbalik menjadi insiden mematikan ketika tentara Israel yang menyamar itu terlihat di dekat Khan Yunis di Jalur Gaza selatan.

Baku tembak kemudian terjadi yang merenggut nyawa seorang perwira militer Israel dan tujuh anggota militan Palestina, termasuk seorang komandan militan Hamas setempat, seperti dilaporkan Kantor berita AFP. “Pasukan keamanan kami menangkap 45 orang mata-mata setelah insiden di wilayah timur Khan Yunis. Dan kami sedang menyelidikinya,” kata Juru bicara Kementerian dalam negeri Hamas, Iyad al-Bozum, dalam sebuah pernyataan.

Dia tidak mengatakan apakah ada di antara mereka yang ditangkap diduga terlibat dalam insiden serangan pada November tersebut.

Setelah baku tembak di Khan Younis, Hamas telah menerbitkan foto delapan orang dan dua kendaraan yang disebutkan terkait dengan operasi intelijen Israel itu.

Pimpinan kelompok Hamas, yang meluncurkan investigasi besar-besaran terhadap insiden itu, tidak menyebutkan jati diri orang-orang yang terdapat dalam foto tersebut.

Bagaimanapun, operasi intelijen Isarel itu mendorong Hamas melakukan aksi balas dendam yang berdampak pada eskalasi kekerasan antara kedua belah pihak semenjak perang 2014.

Kelompok militan Palestina di Gaza telah menembakkan sekitar 460 roket dan mortir ke wilayah Israel.

Akibat serangan itu, secara keseluruhan, ada sekitar 27 warga Israel terluka, tiga di antaranya mengalami terluka parah.

Namun serangan itu juga menewaskan seorang pekerja Palestina setelah sebuah roket menerjang sebuah bangunan di kota Ashkelon, Israel selatan.
Israel kemudian membalasnya dengan melalui serangan udara di Jalur Gaza yang menewaskan tujuh orang warga Palestina dalam 24 jam.

Gencatan senjata pada 13 November, yang difasilitasi Mesir, dapat mengakhiri pertempuran tersebut, walaupun tetap ada kekhawatiran perang akan terus berlanjut.

Pada Desember lalu, pengadilan militer Gaza telah menjatuhkan hukuman mati terhadap enam orang, termasuk seorang perempuan, karena “berkolaborasi” dengan Israel.

Menurut laporan Pusat Hak Asasi Manusia Palestina, ada 28 orang dieksekusi di Gaza semenjak kelompok Hamas merebut kendali kantong wilayah itu dari rivalnya, kelompok Fatah.

Kelompok Hamas dan sekutunya telah berperang tiga kali dengan Israel semenjak 2008 dan Jalur Gaza telah berada di bawah blokade Israel selama satu dekade.

Israel mengatakan langkah itu diperlukan untuk mengisolasi Hamas dan mencegahnya untuk mendapatkan senjata, meskipun para kritikus menganggapnya sama dengan menghukum dua juta orang Palestina yang mendiami wilayah itu.

mey/nta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.