Jika Jemaah Jadi Dipindah, Mina Jadid Akan Jadi Pos Petugas Haji

Posted by:

Mekah Jejaknews – Pemerintah masih mengkaji pemindahan jemaah yang akan menempati kawasan Mina Jadid karena jaraknya yang terlalu jauh. Apabila wacana ini direalisasikan pada tahun 2019, tenda-tenda di Mina Jadid akan digunakan untuk petugas haji.

Pos petugas haji di kawasan Mina Jadid atau maktab 1 sampai 9 itu, bisa digunakan untuk memantau kawasan tenda jemaah haji Indonesia yang lokasinya juga masih berada di pinggiran.

“Maktab di sana bisa digunakan untuk petugas kita untuk bisa menghandle jemaah jemaah yang ada di Mekah 35 sampai 40 sehingga bisa di monitor dari situ,” ujar Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Mekah Endang Jumali, di Mekah, Selasa (11/9/2018).

Adapun pos misi haji yang utama berada di tengah-tengah kawasan perkemahan jemaah Indonesia yakni di maktab 50. Pos misi haji ini berdampingan dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang ada di Mina.

Mina Jadid atau Mina baru merupakan kawasan perluasan Mina. Sebagai kawasan perluasan, dia berada di ujung Mina yang mepet dengan Muzdalifah. Dengan kata lain, Mina Jadid adalah kawasan yang letaknya paling jauh dengan Jamarat, tempat melempar jumrah. Jarak antara Mina Jadid dengan Jamarat sejauh 11,7 Km, untuk perjalanan pulang balik.

Jarak tersebut tentu sangat jauh untuk jemaah haji, terutama bagi jemaah haji yang berusia lanjut maupun dengan risiko tinggi. Oleh karena itu Kemenag mengkaji untuk tak lagi menggunakan maktab 1-9 yang merupakan kawasan Mina Jadid.

Dari persoalan itu, muncul ide dari Kemenag untuk memindahkan jemaah haji yang berada di Mina Jadid ke hotel-hotel yang lokasinya berada di Jamarat. Jemaah haji yang berada di kawasan Mina Jadid berjumlah kurang lebih 27 ribu orang. Wacana ini sedang dikaji dan belum ada keputusan final.

“Bila Mina belum ada perbaikan, maka kami siapkan manajemen rekayasa di Mina, yakni memindahkan Maktab 1-9 ke hotel-hotel sekitar Jamarat,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali di Syisyah, Mekah, Minggu (2/9/2018).

Menag Lukman Hakim Saifuddin sebelumnya berulang kali menyatakan titik yang perlu dibenahi adalah Mina. Namun pembenahan di Mina bersandar sepenuhnya kepada pemerintah Arab Saudi.

“Kami berulang kami telah meminta pemerintah Arab Saudi untuk memperbaiki fasilitas di Mina,” ujar Lukman.

(**)/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.