Jokowi minta Myanmar Salurkan Bantuan tak Pandang Agama dan Etnis

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Usai upacara penyerahan surat-surat kepercayaan, Presiden Joko Widodo melakukan veranda talk dengan sembilan Duta Besar di beranda belakang Istana Merdeka. Saat berbincang dengan Duta Besar Myanmar, Ei Ei Khin Aye, Jokowi menyampaikan keinginannya agar stabilitas keamanan di Myanmar dapat segera dipulihkan.

“Presiden juga menyampaikan sekali lagi mengenai concern terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar dan mengharapkan agar stabilitas dan keamanan dapat segera dipulihkan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/9).

Selain itu, Jokowi juga ingin memastikan bahwa bantuan kemanusiaan yang disalurkan tepat sasaran dan merata. “Bantuan kemanusiaan yang akan diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali, tanpa memandang latar belakang agama dan juga etnis,” terangnya.

Saat berbincang dengan Duta Besar Sudan, Elsiddieg Abdulaziz Abdalla, Jokowi mendapat undangan berisi permintaan agar investor Indonesia masuk ke Sudan. Jokowi kemudian menyampaikan kontribusi besar Polisi Indonesia dalam misi United Nations Hybrid Operation in Darfur (UNAMID) yang saat ini ada 977 Polisi Indonesia yang bertugas di UNAMID.

“Kemudian dengan Norwegia, kita bicara mengenai prioritas atau bidang-bidang kerja sama di mana kedua negara memiliki kepentingan yang sangat besar antara lain dalam bidang lingkungan hidup, kehutanan, energi, dan Ocean. Norwegia mendukung sepenuhnya upaya Indonesia atau ketuanrumahan Indonesia untuk konferensi plastic debris, dan tahun depan akan ada konferensi internasional mengenai Ocean,” sambungnya.

“Hal yang sama juga disampaikan oleh Duta Besar Denmark. Denmark mendukung penuh upaya Indonesia menjadi tuan rumah plastik debric dan juga reformasi yang dilakukan oleh Indonesia dan Indonesia dikatakan secara role model dalam pengelolaan diversity.”

Bersama Dubes Peru, Julio Arturo Cardenas, Jokowi mendapat pujian. Dubes Peru memuji leadership Indonesia baik di dunia internasional, juga leadership Indonesia di G20.

Sementara Dubes Kamboja Hor Nambora, menyoroti leadership Indonesia terutama di ASEAN. Duta Besar Kamboja sempat menyinggung keunggulan Indonesia mengelola kemajemukan yang ada di Indonesia.

“Untuk Nigeria fokusnya di bidang ekonomi karena sudah banyak sekali, ada 14 perusahaan Indonesia yang beroperasi di Nigeria. Nigeria merupakan partner terbesar kita di wilayah tersebut dan juga saat ini kita sedang mencoba untuk bernegosiasi untuk FTA dengan Nigeria dan ECOWAS,” imbuhnya.

Di hadapan Dubes India, Pradeep Kumar Rawat, Jokowi fokus menyoroti kerja sama di bidang ekonomi. Sementara dengan Duta Besar Tanzania, Ramadhani Kitwana Dau, Kepala Negara fokus pada masalah capacity building karena sejauh ini Indonesia banyak sekali membantu capacity building termasuk di bidang agriculture untuk Tanzania.

dwi/fer

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.