Megawati Soekarnoputri ungkap Keunggulan Demokrasi Pancasila

Posted by:

Korsel Jejaknews – Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnooutri mengungkapkan keunggulan demokrasi Pancasila yang dicetuskan oleh Soekarno, yang prinsipnya menciptakan kesetaraan setiap warga negara. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu menilai demokrasi Pancasila merupakan suatu sistem demokrasi yang melindungi golongan-golongan lemah, dan pihak yang kuat dibatasi kekuatannya, agar tidak terjadi eksploitasi terhadap golongan lemah oleh golongan kuat.

“Prinsip ini yang saya percaya sebagai demokrasi sebenarnya, sebuah kombinasi demokrasi politik dan demokrasi ekonomi, yang melindungi si Miskin dan pada saat sama membatasi kekuasaan si Kaya,” kata Megawati usai menerima penganugerahan gelar doktor honoris causa dari Universitas Nasional Mokpo, Korea Selatan, Kamis. Seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan pemikiran politik Soekarno atau Bung Karno merupakan anti-tesa terhadap imperialisme dan kapitalisme, yang menjadi akar kemiskinan bangsa-bangsa terjajah, termasuk di Indonesia. Menurut dia, puncak pemikiran politiknya tertuang dalam konsep tentang dasar negara indonesia, yang disebut Pancasila.

“Lima prinsip di atas merupakan saripati dari demokrasi Indonesia, yaitu demokrasi Pancasila.

Inilah yang saya yakini sebagai demokrasi sejati, perpaduan antara demokrasi politik dan demokrasi ekonomi,” ujarnya.

Dia mengatakan demokrasi Pancasila tidak akan terjadi eksploitasi kaum lemah oleh pemilik modal karena tidak berdiri di sisi liberalisme namun berseberangan dengan otoritarianisme, dan totalitarianisme yang hanya akan mendorong sentralisasi demokrasi serta kekuatan diktator.

“Demokrasi adalah sebuah cara, bukan tujuan, poin utama demokrasi adalah demokrasi yang didasari oleh kebijaksanaan dan kemufakatan, bukan oleh debat atau taktik yang hanya akan berakhir dengan perebutan kekuasaan dan perhitungan suara atas pro-kontra yang pasti dimunculkannya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Demokrasi Pancasila mengakui kemerdekaan berpikir dan berbicara, namun juga harus dibarengi dengan pertanggungjawaban dan sejumlah batasan.

Hal itu menurut dia mengenai kebebasan yang menghargai hak warga negara lainnya, sejalan dengan hukum serta aturan yang ada, serta kepatuhan terhadap norma Ketuhanan.

Megawati juga mengatakan, di sisi ekonomi, tujuan Demokrasi Pancasila adalah mencapai Trisakti yang berintikan tiga hal yakni mendorong Indonesia berdaulat di bidang politik; mandiri dalam perekonomian; dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Saya percaya bahwa semua negara di dunia sebenarnya memimpikan juga kondisi Trisakti ini,” katanya.

Dia menilai sistem ekonomi Pancasila bukan hanya cocok bagi Indonesia namun seluruh negara karena ekonomi kerakyatan menjadi basis utamanya. Menurut dia, ekonomi kerakyatan menjadi landasan bagi negara-negara yang telah berhasil dalam bidang ekonomi dan juga dasar bagi negara yang sedang bergulat dalam memajukan ekonominya.

Dalam kesempatan itu Megawati bercerita mengenai peran Soekarno sebagai salah satu pendiri Gerakan Non-Blok (GNB) dan dirinya menjadi peserta termuda konferensi GNB pertama di Yugoslavia, yang menghasilkan sejumlah komitmen serta fondasi GNB.

“Pondasi itu adalah penghormatan terhadap integritas dan kemerdekaan masing-masing negara; kesepakatan non agresi antarnegara; tak boleh mengintervensi urusan dalam negeri negara lain; persamaan hak dan kesejahteraan bersama; dan menjaga perdamaian,” katanya.

Dia mengaku tidak anti-asing dan kerja sama dengan bangsa lain merupakan keharusan, karena kita memang tidak dapat mengisolir diri dari bangsa lain.

(**)mey

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.