Pasukan Assad Rebut Kota Asal Perang Suriah

Posted by:

Suriah Jejaknews – Pasukan pemerintah Suriah menyatakan telah merebut kembali kota yang sempat jadi pusat perang saudara tujuh tahun di negara tersebut.

Media pemerintah dikutip CNN melaporkan tentara Suriah memasuki kota Dara’a pada Kamis (12/7).

Lewat kesepakatan yang dicapai dengan kelompok bersenjata pekan lalu, pemerintah Suriah menyatakan “kelompok teroris akan menyerahkan senjata berat dan menengahnya.”

Selain itu, anggota kelompok bersenjata yang menyetujui kesepakatan itu diperbolehkan untuk tetap tinggal di kawasan tersebut.

“Mereka yang menolak rekonsiliasi akan dievakuasi,” kata kantor berita SANA, Kamis.

Tentara pun kembali mengibarkan bendera Suriah di Dara’a, lokasi di mana coretan dinding menghina Presiden Bashar al-Assad memicu pemberontakan yang kemudian berubah jadi perang Suriah.

Untuk banyak warga Suriah, peperangan bermula di kota agrikultur yang berbatasan dengan Yordania itu. Pada Maret 2011, 15 remaja ditangkap karena mencoret dinding sekolah.

Gambar para pemimpin kuat Arab seperti Hosni Mubarak dan Ben Ali memicu seseorang mencoret tembok dengan tulisan: ‘sekarang giliranmu, Doktor’, merujuk ke Assad.

Para pejabat kota tak bisa menemukan pelaku pencoretan itu. Menurut laporan CNN, anak-anak remaja itu ditahan, dipukuli, dicabut kukunya, dan disiksa selama berminggu-minggu agar mengaku bersalah.

Saat mereka ditahan, kota memberontak, menggelar protes setiap hari dan dan meminta Assad menekan polisi setempat untuk membebaskannya.

Beberapa pekan setelahnya, mereka dibebaskan, dan Dara’a sempat jadi pusat upaya pemerintah menekan kerusuhan. Pada musim semi 2011, tank militer masuk ke kota, pasukan pemberontak melawan dan kekerasan pecah.

Tujuh tahun berlalu, jutaan warga Suriah terusir dan ratusan ribu tewas. Serangan terakhir ke Dara’a tampaknya akan jadi akhir perang, saat pasukan Suriah dan Rusia juga mengakhiri serbuan besar yang diluncurkan bulan lalu.

mey/nta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.