Pasukan Suriah Dukungan AS, Serang Wilayah Terakhir ISIS

Posted by:

Suriah Jejaknews – Pasukan Demokratis Suriah (Syrian Democratic Forces, SDF), yang disokong Amerika Serikat, telah melancarkan serangan baru terhadap daerah kekuasaan terakhir kelompok ISIS di Suriah.

Kepala kantor media SDF, Mustafa Bali, mencuit bahwa pasukannya sedang dalam “pertempuran langsung”

Dilansir BBC, Kelompok yang menyebut diri mereka Negara Islam (ISIS) terpusat di desa Baghuz, Suriah timur. Setelah desa tersebut diambil alih, AS dan sekutunya diperkirakan akan mendeklarasikan secara formal akhir dari “khilafah” yang diproklamasikan oleh ISIS pada 2014.

Meskipun telah kehilangan wilayah kekuasaannya, ISIS tetap dipandang sebagai ancaman keamanan besar yang mampu melakukan serangan di kawasan dan di seluruh dunia.

Kelompok tersebut pernah menguasai wilayah seluas 88.000 kilometer persegi, membentang sepanjang Suriah dan Irak. Mereka menerapkan aturan brutal pada hampir delapan juta orang, dan menghasilkan miliaran dolar dari minyak, pemerasan, perampokan, dan penculikan.]

Setelah lima tahun pertempuran sengit, pasukan lokal yang disokong oleh kekuatan besar dunia telah mengusir ISIS dari seluruh wilayahnya, kecuali beberapa ratus meter persegi di dekat perbatasan Suriah dengan Irak.

Serangan pada hari Minggu dimulai pada sekitar 18.00 waktu setempat, dengan serangan udara diarahkan ke gudang-gudang senjata.

SDF dan pesawat koalisi terlibat dalam serangan, dan kubu militan kini terbakar.

Sebelumnya, SDF mengatakan bahwa mereka perlu memperlambat serangan, karena sejumlah warga sipil ditahan sebagai perisai manusia.

Sekitar 3.000 orang dievakuasi pada hari Senin (04/03). Keesokan harinya, 3.500 lainnya menyusul, termasuk 500 militan.

Pada Rabu (6/3), ada tambahan 2.000 orang meninggalkan Baghuz, lansir kantor berita Reuters. Mereka dibawa ke pos pemeriksaan SDF tempat mereka digeledah, ditanyai, dan diberikan makanan serta minuman.

Kepala SDF, Mustafa Bali, mengatakan bahwa tidak ada lagi warga yang keluar kota sejak hari Sabtu.

Ia juga mengatakan bahwa lebih dari 4.000 militan telah menyerah dalam sebulan terakhir. Lima petempur SDF yang telah disandera oleh ISIS juga telah dibebaskan,

Tapi Bali mencuit bahwa nasib lima tahanan yang lain belum diketahui, termasuk seorang pendeta asal Italia Paolo Dall’Oglio dan jurnalis Lebanon Samir Kassab.
Masih jadi ancaman

Meskipun kehilangan hampir semua wilayah yang pernah dikuasainya di sepanjang Irak dan Suriah, para pakar yakin bahwa ISIS masih merupakan ancaman besar.

Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, berkata dalam sebuah wawancara pada hari Minggu bahwa kelompok tersebut masih memiliki petarung “yang masih tersebar di sekitar Suriah dan Irak dan [ISIS] sendiri berkembang di belahan dunia lain”.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa ISIS telah dikalahkan, tapi Bolton mengklarifikasi pernyataan sang presiden.

“Ia tidak pernah bilang bahwa kehancuran khilafah teritorial berarti akhir dari ISIS secara total,” ujarnya. “Kami tahu tidak demikian.

mey/nta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.