Pemilihan Anggota DK PBB Digelar, RI Bersaing dengan Maladewa

Posted by:

New York Jejaknews – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (MU PBB) akan memilih lima anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. Indonesia akan bersaing dengan Maladewa untuk memperebutkan kursi bagi kelompok Asia Pasifik.

Pemilihan akan digelar Jumat pagi waktu New York, atau Jumat malam waktu Indonesia bagian barat.

“Jerman dan Belgia tampaknya akan mendapatkan kursi di DK PBB setelah Israel mundur dari pertarungan bulan lalu, tapi yang akan diamati dengan seksama adalah persaingan antara Indonesia dan Maladewa,” tulis kantor berita Associated Press seperti dilansir Fox News, Jumat (8/6).

Enam negara anggota akan memperebutkan lima kursi anggota tidak tetap. Indonesia dan Maladewa akan memperebutkan satu kursi untuk kelompok Asia Pasifik sedangkan empat negara lain, Belgia dan Jerman untuk kelompok Eropa Barat dan lainnya, Republik Dominika untuk Amerika Latin dan Karibia dan Afrika Selatan tanpa saingan.

DK PBB memiliki 15 anggota. Lima permanen dan 10 anggota tidak tetap yang dipilih MU PBB untuk periode dua tahun. Setiap tahun digelar pemilihan lima anggota tidak tetap.

Lima anggota tetap atau permanen yang memiliki hak veto dipegang oleh Inggris, China, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat.

Agar terpilih, tiap kandidat harus mendapat dua pertiga suara, meski tidak memiliki pesaing.

Sepuluh kursi anggota tidak tetap dipegang di lima kawasan. Tiga untuk Afrika, masing-masing dua untuk Asia-Pasifik, Amerika Latin dan Karibia, serta Eropa Barat dan yang lainnya. Kelompok Eropa Timur memiliki jatah satu kursi.

Lima anggota baru yang akan terpilih Jumat (8/6) akan menggantikan Bolivia, Ethiopia, Kazakhstan, Belanda dan Swedia. Jika Indonesia terpilih kali ini, maka akan mulai menempati posisinya di DK PBB pada 1 Januari 2019.

DK PBB yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan dunia adalah lembaga terkuat di PBB.

Memenangkan kursi di DK PBB menjadi puncak pencapaian banyak negara karena meningkatkan kekuatan mereka dalam hal-hal terkait perdamaian dan keamanan internasional. Mulai dari konflik di Suriah, Yaman dan Sudan Selatan, hingga ancaman nuklir Korea Utara atau serangan kelompok ektremis.

Maladewa, saingan Indonesia, belum pernah menjadi anggota DK PBB. Adapun Indonesia pernah tiga kali yakni periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

mey/nta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.