Pengacara Cedera, Praperadilan Najib Razak Ditunda Lagi

Posted by:

Malaysia Jejaknews – Sidang pra peradilan mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, terkait sejumlah kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kembali ditunda. Alasan penundaan kali ini adalah kuasa hukumnya cedera gara-gara anjing peliharaannya.

Kuasa hukum Najib, Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah, mengaku pergelangan tangan kirinya patah gara-gara anjing peliharaannya. Karena hal itu dia mengaku kesakitan dan tidak bisa melanjutkan sidang kliennya.

“Anjing peliharaan saya melompat ke arah saya. Saya saat merasa kesakitan dan ingin segera mendapat penanganan medis dan juga dipindai sinar-X,” kata Abdullah dalam sidang, seperti dilansir AsiaOne, Rabu (13/3).

Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas, yang hadir dalam persidangan sempat menolak alasan itu. Sebab menurut dia kasus ini sudah terlalu lama diulur-ulur.

“Semua orang berharap persidangan bisa segera digelar besok. Ada tekanan yang besar terhadap tim jaksa penuntut umum,” kata Tommy.

“Faktanya, tekanan itu datang dari seluruh dunia supaya kami bisa segera memulai persidangan. Saya memahami majelis memiliki masalah, tapi di sisi lain kami juga disorot karena persidangan tak kunjung digelar,” lanjut Tommy.

Abdullah meminta kepada majelis hakim pada pengadilan banding yang dipimpin tiga orang supaya sidang Najib kembali digelar pada Jumat mendatang. Sebab, Tommy menyatakan berhalangan hadir pada Kamis besok. Majelis hakim yang dipimpin Zabariah Mohd Yusof setuju dengan usul itu.

Najib dibelit kasus penyalahgunaan wewenang dan melanggar sumpah dalam dugaan pencucian uang sebesar Rp146 miliar. Duit itu diduga hasil korupsi dari lembaga SRC International Sdn. Bhd., yang terkait dengan 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dalam kasus lainnya, Najib diduga melakukan pencucian uang dengan menerima tiga kali transfer terpisah dalam jumlah besar. Masing-masing satu kali sebesar Rp94 miliar dan dua kali sebesar Rp34 miliar.

Uang itu ditampung di rekening pribadi Najib di AmPrivate Banking, yang merupakan bagian dari AmIslamic Bank Bhd.

Najib berkeras mengaku tidak bersalah atas sangkaan itu. Skandal itu yang membuatnya bersama koalisi Barisan Nasional tumbang dari pesaingnya, Mahathir dan pemimpin koalisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim, dalam pemilihan umum pada 9 Mei 2018.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.