Presiden Mauritius Mundur Usai Terjerat Skandal Kartu Kredit

Posted by:

Port Louis Jejaknews – Presiden Mauritius, Ameenah Gurib-Fakim, menyatakan akan mundur dari jabatannya pekan depan. Presiden wanita pertama Mauritius ini mundur usai dituding menyalahgunakan kartu kredit dari lembaga amal untuk berbelanja membeli pakaian dan perhiasan di luar negeri.

Mauritius merupakan sebuah negara kepulauan di Samudera Hindia. Perdana Menteri Mauritius, Pravind Jugnauth, mengumumkan rencana pengunduran diri Gurib-Fakim ini pada Jumat (9/3) waktu setempat. Gurib-Fakim yang profesor kimia ini dilantik pada tahun 2015 lalu.

Disebutkan Jugnauth dalam pengumumannya, seperti dilansir Reuters dan CNN, Sabtu (10/3/2018), bahwa Gurib-Fakim akan resmi mengundurkan diri setelah 12 Maret mendatang, yang merupakan hari perayaan 50 tahun kemerdekaan Mauritius.

“Presiden Republik ini memberitahu saya bahwa dia akan mengundurkan diri dari jabatannya dan kami telah menyepakati tanggal pengunduran dirinya,” ucap Jugnauth kepada wartawan di Port Louis, ibu kota Mauritius. “Kepentingan negara ini menjadi yang terutama,” imbuhnya.

Jugnauth tidak mengomentari skandal kartu kredit yang menjerat Gurib-Fakim. Namun sebelumnya dia pernah ditanya isu ini oleh wartawan setempat dan menjawab bahwa semua orang harus bertanggung jawab atas tindakan masing-masing.

Belum ada pernyataan dari Gurib-Fakim maupun kantornya soal rencana pengunduran diri ini.

Laporan surat kabar lokal, L’express, menyebut Gurib-Fakim berbelanja di Italia dan Dubai, Uni Emirat Arab dengan kartu kredit yang dikeluarkan oleh Planet Earth Institute (PEI) yang merupakan sebuah lembaga amal berbasis di London, Inggris. Aktivitas berbelanja itu dilakukan tahun 2016. Dia dilaporkan menghabiskan ribuan dolar AS untuk berbelanja pakaian dan barang-barang mewah dengan kartu kredit itu.

Gurib-Fakim telah membantah laporan itu dan dirinya telah mengembalikan semua yang yang digunakannya. “Saya tidak berutang kepada siapapun. Mengapa isu ini baru muncul sekarang, nyaris setahun berlalu, menjelang perayaan hari kemerdekaan kita,” ucapnya dalam pidato pada 7 Maret lalu.

PEI yang mendapat akreditasi dari Program Lingkungan PBB ini, diketahui mendukung sektor pendidikan dengan menawarkan beasiswa. Gurib-Fakim pernah ditunjuk menjadi anggota dewan PEI tahun 2015, namun mengundurkan diri dua tahun setelahnya. Kartu kredit yang dikeluarkan PEI untuk Gurib-Fakim itu disebut bertujuan untuk mempromosikan program doktoral atas namanya.

mey/nta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.