Suasana Dramatis Saat TNI AU Evakuasi WNI di Tengah Suasana Panas Afghanistan

Posted by:

Jakarta Jejaknews – TNI AU ditugaskan menjemput warga negara Indonesia (WNI) di Kabul, Afghanistan. Evakuasi WNI dilakukan setelah negara tersebut berpindah kekuasaan ke tangan Taliban.

Operasi kemanusiaan ini tidak mudah. Sejumlah kendala dan tantangan dihadapi para awak. Salah satunya, ketika menghadapi kerumunan massa yang tiada hentinya di dua bandara. Yakni Bandara Hamid Karzai, Kabul, dan bandara di Islamabad, Pakistan.

Kesabaran para awak kembali diuji saat fungsi pengaturan dan navigasi tidak beroperasi maksimal di Bandara Hamid Karzai.

“Hambatan yang dihadapi terutama adalah data-data terkini dari landasan Bandara Hamid Karzai International, serta kondisi sekitar landasan yang tidak menentu,” kata salah satu penerbang pesawat Mayor Pnb Mulyo Hadi di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (21/8).

Pesawat TNI AU Boeing 737 seri 400 Skadron Udara 17 berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 18 Agustus 2021. Perjalanan dari Jakarta ke Kabul menempuh waktu hampir 72 jam mengingat rute panjang dan adanya pemberhentian di Islamabad.

Dia menceritakan, saat itu awak pesawat baru saja sampai di Islamabad. Tetapi tim mendapat kabar ada eskalasi kerumunan massa sehingga Kementerian Luar Negeri RI memutuskan menunda penjemputan selama 1-2 hari.

Awak pesawat terus mengupdate kondisi di Bandara Hamid Karzai sampai akhirnya mendapatkan data-data lengkap situasi terkini. Pesawat juga sudah mendapatkan izin pendaratan dari otoritas setempat. Tim memutuskan terbang ke Kabul pada Jumat (20/8).

Penerbangan dilakukan pada dini hari sekitar pukul 04.33 waktu setempat dari Islamabad. Perkiraan awak saat itu, kondisi bandara sepi sehingga evakuasi berjalan akan kondusif.

Namun, penerbang dan awak pesawat menghadapi tantangan lain. Setibanya di Bandara Hamid Karzai yang dikelilingi pegunungan, banyak fasilitas navigasi serta kontrol dari bandara yang tidak berfungsi. Kondisi itu benar-benar menjadi tantangan serius.

“Saat pelaksanaan evakuasi, medannya dikelilingi pegunungan dengan ketinggian landasan pacu 5.877 kaki di atas permukaan laut, ditambah fasilitas bantuan navigasi bandara (ILS, VOR), night facilities, dan air traffic service yang tidak berfungsi maksimal, mengakibatkan awak pesawat menghadapi tantangan berat saat mendekati Bandara Hamid Karzai,” ungkap Mayor Pnb Mulyo Hadi.

Ditambah lagi, landasan pacu Bandara Hamid Karzai cenderung gelap karena pendaratan berlangsung pada dini hari. Di mana lampu landasan pacu tidak seluruhnya menyala.

“Landing di Kabul jadi tantangan paling utama bagi seluruh awak pesawat A-7305,” ujar dia.

Beruntung semua tantangan itu bisa dilalui. Pendaratan pesawat berjalan mulus. Tim evakuasi segera menjemput 26 WNI dan tujuh warga negara asing untuk masuk pesawat.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebagai pemegang otoritas sementara bandara di Kabul memberikan waktu yang terbatas untuk evakuasi. Semula, tim menjadwalkan evakuasi selama 30 menit, tetapi prosesnya akhirnya berlangsung selama dua jam.

Mulyo mengungkapkan, saat evakuasi tidak semua barang bawaan WNI dapat diangkut dalam pesawat.

“Demi keselamatan bersama, kami membatasi barang bawaan hanya koper jinjing saja sehingga kami memohon maaf kepada WNI dan WNA karena tidak semua kopernya bisa masuk dalam pesawat,” kata dia kepada para WNI dan WNA yang dievakuasi.

Setidaknya ada 10 anggota Skadron Udara 17 TNI AU yang bertugas menjadi awak pesawat ditambah dua penerbang. Di samping Mayor Pnb Mulyo Aji, penerbang lainnya adalah Letkol Pnb Ludwig Bayu.

Kemudian ada enam anggota dari Satbravo-90 Paskhas TNI AU yang juga terlibat dalam evakuasi WNI di Kabul.

Tim evakuasi secara keseluruhan terdiri atas prajurit TNI, anggota Badan Intelijen Negara, dan Kementerian Luar Negeri RI.

Mayor Pnb Mulyo Hadi, yang mewakili satuannya, menyampaikan rasa bangga karena Skadron Udara 17 dipercaya mengemban tugas negara mengevakuasi dan menyelamatkan WNI di tengah situasi Afghanistan yang memanas

mey/nta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.