11 WNA Kulit Hitam Diangkut Timpora dari Kos-kosan

Posted by:

Tangerang Jejaknews – Kantor Imigrasi Tangerang mengadakan razia terhadap Warga Negara Asing (WNA) di kawasan perumahan elit di Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, Kamis (11/7/2019).

Berdasarkan pantauan poskotanews.com, sedikitnya 11 orang WNA diangkut Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) ke Kantor Imigrasi Tangerang. Mereka yang digiring, umumnya tidak bisa menunjukkan dokumen lengkap.

Kepala Kantor Imigrasi Tangerang, Herman Lukman menegaskan, pengawasan terhadap orang asing di Tangerang ini, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk meningkatkan tertib keimigrasian.

“Saat ini kantor Imigrasi telah melakukan debirokratisasi, dalam memberikan kemudahan pelayanan keimigrasian berupa visa, izin tinggal, pengawasan dan sebagainya. Maka dengan operasi ini kita ingin WNA tertib,” katanya, Kamis (11/7/2019).

Dalam operasi yang dilakukan sejak pagi hingga sore hari, ada 11 WNA yang berasal dari Senegal, Nigeria dan Maldives. “11 orang ini kita amankan dari 4 tempat berbeda, di kawasan permukiman di Apartemen di BSD 4 WNA dan kawasan kos-kosan Allogio, Sumarecon Serpong 7 WNA,” ucapnya.

Meski begitu, lanjut Herman, pihaknya mengaku belum melakukan pemeriksaan atas pelanggaran dari 11 WNA yang diamankan itu.

“Ini kita bawa dulu, akan diperiksa di kantor. Namun pada umumnya adalah overstay. Tadi sempat ada yang berusaha kabur hingga lari ke loteng, tapi 7 orang yang dari kos-kosan di Allogio bisa kami amankan. Ada yang kita dobrak juga kamarnya,” jelasnya.

Selanjutnya, apabila dalam pemeriksaan ditemukan sejumlah pelanggaran keimigrasian, para WNA tersebut akan dideportasi.

“Kalau dia ada paspor namun ada pelanggaran keimigrasian, maka akan kita deportasi secara bertahap. Tapi kalau tidak akan kita hubungi melalui Kedutaan negara mereka, untuk dipulangkan,” terang Herman.

Menurutnya, di Kota Tangerang, Timpora juga berhasil mengamankan 31 WNA, 10 di antaranya tanpa dokumen lengkap keimigrasian. “Sisanya dari 31 itu kita pulangkan secara bertahap,” tandas Herman.

Sementara penghuni kos-kosan Allogio yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku ada banyak WNA yang tinggal di kawasan kos-kosan tersebut. “Kalau WNA sepertinya asal Nigeria itu banyak, harusnya lebih dari 7 orang,” tandas dia.

Sementara keamanan Cluster Allogio Sumarecon Serpong, mengakui banyaknya WNA yang bermukim di tempat itu. “Banyak, rata rata dari Nigeria (kulit hitam), tadi tidak ada kordinasi ke kami, kalau ada kordinasi harusnya lebih dari itu (7WNA). Bilangnya sih laporan warga,” ucapnya.

Petugas keamanan perumahan yang dijadikan kos-kosan ini mengaku, para WNA yang mengekos di kawasan itu, menempati kamar kos di kawasan tersebut, melalui aplikasi online. “Mereka mesan online, jadi kita engga tahu mereka siapa, dari mana,” ucapnya.

**/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.