171 Sepeda Motor Terekam Kamera e-TLE Terobos Jalur Transjakarta

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, memberlakukan sistem electronic traffic law enforcement (e-TLE) terhadap pengendara sepeda motor mulai Sabtu (1/2/2020).

Tercatat sejak 1 – 2 Februari 2020, ada sebanyak 341 pengendara sepeda motor yang melanggar lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengatakan, pelanggaran paling banyak dilakukan ialah melanggar jalur transjakarta. Tercatat ada 171 pengendara sepeda motor yang menerobos jalur transjakarta.

“Dari 341 itu 171 itu adalah roda dua yang melanggar di jalur busway, kemudian yang enam tidak memakai helm, sisanya adalah pelanggaran lain. Itu hasil kegiatan dua hari lalu,” ujar Yusuf di Simpang Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menjelaskan, pelanggaran paling banyak terjadi di koridor 6 jalur transjakarta, tepatnya di jalur depan halte Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Pelanggaran sepeda motor yang paling banyak terjadi selama dua hari berada di jalur busway di halte duren tiga koridor 6 Trans Jakarta, dengan jumlah pelanggaran sejumlah 124 pelanggaran,” kata Fahri.

Ia merinci, 124 pelanggaran itu terdiri dari 118 pelanggaran sepeda motor melintas jalur transjakarta dan enam pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm.

Untuk diketahui, mekanisme penindakan tilang elektronik pada motor pun sama dengan mobil. Di mana, kamera e-TLE akan mendeteksi pelanggar, kemudian tangkapan layar tersebut beserta pelat nomor pelanggar akan dijadikan sebagai barang bukti.

Selanjutnya, polisi akan mengirimkan surat tilang dan barang bukti kepada pelanggar sesuai dengan alamat yang tertera pada sistem berdasarkan nomor polisi dan STNK. Apabila dalam kurun waktu 14 hari pelanggar tidak membayar denda, maka STNK bakal diblokir.

Denda tilang yang diterapkan bervariasi kepada pelanggar bervariasi. Tergantung pada pelanggaran yang dilakukan.

Untuk pelanggaran penggunaan helm, dikenakan denda tilang Rp250 ribu. Lalu pelanggaran marka jalan dikenakan denda Rp500 ribu serta ancaman penjara dua bulan. Sedangkan pelanggaran penggunaan ponsel diancam kurungan tiga bulan dengan denda Rp750 ribu.

Adapun lokasi kamera e-TLE ini baru dipasang di dua titik, yakni di Jalan Sudirman hingga Jalan MH. Thamrin dan koridor 6 Transjakarta.

nsa/iph

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.