ABG Dicabuli Kakek Hingga Hamil, Bayinya Meninggal Dikubur di Pot

Posted by:

Bekasi Jejaknews – Aparat Polres Metro Bekasi Kota menangkap Heri alias HS (71) karena terlibat kasus cabul. Korban yang merupakan anak asuhnya, EPJD (15) meninggal dunia usai melahirkan, begitu juga bayi yang dilahirkan secara prematur juga meninggal dunia.

Ironisnya, pelaku menguburkan mayat bayi berumur tujuh bulan dalam kandungan di sebuah pot bunga di rumahnya Perumahan Rawalumbu, Jalan Blusafir, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Imron Ermawan mengatakan, kasus itu terungkap setelah kerabat korban berinisial DD melaporkan kasus pencabulan ke polisi pada Selasa malam lalu.

“Hasil penyelidikan ada dugaan kasus pencabulan,” ujar Imron di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (4/7).

Kasus bermula korban dititipkan oleh orangtuanya kepada pelaku pada 2017 lalu. Informasi yang didapat, korban dititipkan karena ayahnya sakit, sehingga kembali ke kampung. Sedangkan ibunya merantau ke luar daerah Bekasi.

Selama dititipkan itu, pelaku menyetubuhi sampai hamil. Ketika usia kandungannya masuk tujuh bulan, korban melahirkan anaknya di sebuah rumah sakit di Rawalumbu pada 30 Juni lalu. Tapi, bayi yang lahir prematur meninggal dunia.

“Jenazah bayi dibawa pulang untuk dikuburkan di pot bunga lantai rumah untuk menghilangkan jejak, pelaku lalu kembali ke rumah sakit,” kata Imron.

Sedangkan kondisi korban yang membaik dipulangkan dari rumah sakit pada Senin (1/7) lalu. Rupanya sampai di rumah, kondisi kesehatannya menurun, dan kembali dilarikan ke rumah sakit pada Selasa pukul 16.00 WIB. Tapi, dua jam dirawat korban meninggal dunia akibat pendarahan.

“Pelaku menghubungi ibu kandungnya atas meninggalnya korban, kemudian ibunya menghubungi kerabatnya DD, karena ada kejanggalan lalu DD melaporkan ke polisi,” ujar dia.

Polisi menangkap pelaku di rumahnya tanpa memberikan perlawanan. Dalam kasus itu, polisi menyita barang bukti berupa beberapa kain, kerudung, pakaian korban, perban, pembalut, pot bunga, dan sebuah serok plastik.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

zur/rei

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.