Alat Deteksi Dini Bencana di Cipulir Tak Berfungsi Lagi

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Alat komunikasi atau menara Disaster Warning System (DWS) sebagai alat peringatan dini bencana banjir yang dipasang Pemprov DKI pada tahun 2019 lalu, tidak berfungsi.

Akibatnya, saat hujan dan banjir pada 1 Januari 2020 lalu banyaknya harta benda warga yang rusak dan hilang saat wilayah Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, direndam banjir.

Rizki, salah seorang warga Cipulir mengakui memang di wilayahnya ada alat peringatan banjir yang berdiri tepat di depan rumahnya RT 08/010, Kelurahan Cipulir.

Alat tersebut, dipasang sekitar bulan Agustus 2019 lalu, hal ini dilakukan tujuannya membantu warga Cipulir untuk memberitahukan jika akan datang terjangan banjir. Sehingga warga dapat menyelamatkan barang-barang miliknya dari rendaman banjir.

“Ia di wilayah kami ada alat peringatan dini bencana, namun, saat banjir awal tahun 2020 lalu menara setinggi 5 meter itu tak memperingati akan datangnya banjir dari luapan Kali Pesanggrahan. Saat itu tidak bunyi, tapi waktu pertama (dipasang) itu bunyi emang,” kata Rizki, Senin (20/1/2020).

Sementara itu, Ketua RT 08/010, Cipulir, Kristanto mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, bahwa alat komunikasi peringatan dini banjir tersebut tak berfungsi saat banjir tahun baru 2020 melanda kawasannya.

“Waktu pertama awal-awal sebelum banjir bunyi. Kemarin pas banjir besar itu enggak berfungsi, sama sekali. Akibat tidak berfungsinya alat tersebut, banyak warga yang mempertanyakannya. Ia pun menilai, adanya alat tersebut saat ini tak bisa membantu warga dalam memprediksi banjir yang bakal melanda wilayah,” kata Kristianto.

Secara terpisah Lurah Cipulir Sugianto mengakui memang di wilayahnya ada alat peringatan banjir yang terpasang di RT 08/010. Menurutnya, sebelum datang banjir atau sebelum tahun baru 2020, alat tersebut sempat berfungsi dengan baik.

“Sebelum tahun baru itu bunyi. Namun, pas mulai jalan banjir masih bunyi, kedua enggak bunyi. Ini menurut informasi dari RT dari warga situ ya,” kata Sugiarto.

Tidak berfungsinya alat peringatan banjir yang dilaporkan warga itu membuat dirinya heran. Padahal, alat tersebut baru dipasang pada tahun 2019 lalu.

“Saya mau tanyakan kenapa enggak bunyi. Apa berkaitan dengan listrik, kalau listrik ya bisa saja mati. Tapi kalau itu pakai aki seharusnya bunyi. Warga kepinginnya bunyi kalau air tinggi,” imbuhnya.

**/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.