Aturan Pakaian Jilbab di Kemendagri Kini Dicabut

Posted by:

Tangerang – Aturan baru dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pemakaian jilbab bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) . Namun, aturan baru itu hanya bergulir beberapa hari saja, sebab kini sudah dianulir alias dicabut.

Saat diteken Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo aturan tentang pakaian jilbab dinas di lingkungan Kemendagri harus dimasukkan ke dalam kerah (kaum wanita).

Instruksi itu berjudul ‘Tertib Penggunaan Pakaian Dinas dan Kerapian Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan’ yang diteken 4 Desember 2018 (tertulis 4 Desember 2019).

Salah satu bunyi dalam Instruksi Mendagri Nomor 025/10770/SJ tahun 2018 itu adalah ketentuan penggunaan jilbab dengan cara dimasukkan ke dalam kerah pakaian.

Poin ini menuai sorotan, apalagi instruksi ini beredar lebih dulu di media sosial. Sebagian netizen menilai instruksi itu menghalangi orang menjalankan keyakinannya karena ada yang berpandangan bahwa jilbab harus menjulur menutupi dada. Aturan ini segera memicu pro dan kontra, sehingga dicabut.

“Karena adanya beberapa pertimbangan masukan masyarakat yang dari sudut pandang berbeda, oleh karena itu Bapak Menteri merespons dan menanggapi masukan tersebut secara positif,” ucap Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo dalam jumpa pers di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (14/12). “Aturan Kemendagri nomor 025 dicabut dan tidak berlaku,” tambahnya.

Hadi menegaskan, instruksi ini sebetulnya hanya untuk internal Kemendagri di Jakarta, tak termasuk dinas di daerah. Soal jilbab yang memicu pro kontra, Hadi mengatakan sifatnya tidak wajib.

Dia berkilah tak melarang jika jibab ingin dipakai di luar. “Tidak merupakan larangan, karena ada kalimatnya ‘agar’ itu sunnah. Agar terlihat rapi. Tidak ada kaitanya dengan hal-hal lain. Kita mengatur kerapian,” tegas Hadi.

(**)/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.