Bocah Yatim Piatu di Tangsel Rela Jualan Cilok Keliling Demi Kebutuhan Dua Adiknya

Posted by:

Tangerang Jejaknews – Langit senja mulai beranjak pergi dan malam mulai menyongsong. Sebagian orang mulai bersiap pulang ke rumah masing-masing setelah seharian bekerja. Namun tidak bagi Muhammad Saputra (12).

Bocah yang tinggal di Jalan Haji Sarmili Ceger, Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan ini memilih mengais rejeki. Dengan sepeda bututnya, dia berkeliling menjajakan cilok goreng disekitar rumahnya.

Siswa kelas 3 di SDN Jurang Mangu Timur ini terpaksa harus merasakan kerasnya kehidupan sejak dini, bersaing dengan orang yang dewasa. Sebab kedua orangtua Saputra telah pergi untuk selama-lamanya.

Kisah anak yatim-piatu yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan adik-adiknya kini menjadi perhatian warga Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Warga juga merekam Saputra yang berjualan cilok goreng dan viral di media sosial.

Wartini (38), tetangga bocah malang itu menuturkan, Saputra tinggal dirumah sederhana bersama Siti Julaeha (17), kakak perempuannya dan dua adiknya. Menurutnya, Saputra belum lama menjadi yatim-piatu, setelah ibunya meninggal dunia saat melahirkan Arsyad, adik bungsunya yang berusia 10 bulan.

“Ayahnya sudah lama meninggal dunia karena sakit paru-paru. Disusul ibunya belum lama,” katanya saat ditemui di rumah Saputra, Rabu (13/2/2019).

Sejak ditinggal pergi kedua orangtuanya, kakak Saputra kini menjadi tulang punggung keluarga. Demi meringankan tanggung jawab kakaknya dan untuk menutupi kebutuhan adik-adiknya, Saputra rela kehilangan masa indahnya sebagai anak-anak.

“Berdagang cilok goreng untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan adik-adiknya,” ucap Wartini.

Saat ditanya wartawan, Saputra mengaku berjualan cilok goreng setelah pulang sekolah di SDN Jurang Manggu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan. “Saya sekolah siang, jam 12.30 baru masuk dan pulang jam 5 sore. Setelah itu baru keliling naik sepeda sambil jualan,” ucapnya.

Setiap hari, Saputra menjual cilok goreng sebanyak 250 tusuk. Dagangannya itu ditaruh dalam keranjang di keranjang yang dia taruh di bagian belakang sepedanya. “Harga satu tusuk cilok Rp 2000, kadang habis semua, kalau masih sisa saya kasih tetangga,” ungkapnya.

Sementara itu, Siti Juleha, kakak Saputra mengatakan, adiknya itu dikenal senang berjualan dan memiliki uang sendiri. “Dia inisiatif sendiri, sebelumnya dia jualan snack kriuk, terus pernah ngamen di jalan dan sekarang dia berjualan Cilok Goreng,” pungkasnya

men/nia

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.