Dijanjikan Rp15 Juta untuk Selundupkan 250 Kg Ganja, Disergap BNN

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan 250 kilogram ganja yang akan dibawa ke Bandung melalui jalur darat. Pelaku memodifikasi bak mobil yang digunakan untuk menyembunyikan ratusan bungkus ganja kering siap edar.

Deputi pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengatakan, penangkapan yang dilakukan Selasa (16/10) malam sekitar pukul 23.30, bermula dari informasi yang didapat timnya.

Di daerah Lampung, petugas langsung menghadang kendaraan yang dikemudikan Syarif dan Ari. “Awalnya kedua pelaku tak mengaku kalau yang dibawanya adalah ganja,” katanya, Rabu (17/10).

Tak mengakunya kedua kurir itu, kata Arman, karena sindikat asal Aceh ini memodifikasi kendaraannya. Dimana bila kasat mata, kendaraan tersebut sama sekali tak terlihat membawa ratusan kilo ganja. “Namun begitu bak mobilnya dibongkar, 250 paket ganja ditemukan tertata rapi,” ujar Arman.

Ratusan kilogram ganja itu, kata Arman, akan dikirim pelaku ke daerah Bandung, Jawa Barat, dengan menggunakan mobil Mitubishi L300 itu. Ganja itu sengaja dikirim keduanya untuk dijadikan stok dan nantinya diedarkan di kota-kota di sekitar Jakarta dan Bandung. “Kami masih buru pelaku lainnya yang terlibat dalam sindikat ini,” ungkap Arman.

Sementara itu, Syarif, pelaku mengatakan, dalam mengirim paket ganja itu, ia dijanjikan dengan upah Rp15 juta dalam setiap kali antar. Mereka pun mengaku baru sekali menjalankan pekerjaan itu dan tergiur dengan upah yang dijanjikan. “Dijanjikan dibayar Rp15 juta, ini sudah setengahnya saya terima,” ungkapnya.

Dikatakan Syarif, ketika melancarkan aksi itu, sistemnya ia hanya menunggu instruksi dari orang yang dikenalnya di Cikampek. Dimana yang menyuruhnya membelikan tiket pesawat ke Aceh dan kembali dengan membawa mobil. “Yang nyuruh nggak bilang kalau itu ganja, cuma saya penasaran saya lihat. Makanya disepanjang jalan saya ketakutan,” terangnya.

(**)/ary

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.