DPRD DKI Minta Dinas SDA dan LH Bersinergi Tangani Banjir di Jakarta

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Pompa Wijayakusuma Waduk, di Jalan Tubagus Angke, Kelurahan Wijayakusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat dalam rangka menindaklanjuti aduan dari Masyarakat mengenai seringnya terjadi banjir di sekitaran wilayah ini.

Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Kent itu didampingi oleh perwakilan warga RT07 RW09, Taman Duta Mas, Jakarta Barat dan Kepala Seksi Rumah Pompa Sudin SDA (Sumber Daya Air) Jakarta Barat beserta jajarannya.

Saat melakukan pengecekan pompa tersebut, Kent dikagetkan dengan penumpukan sampah yang berada di Rumah Pompa Wijayakusuma. Pasalnya, saat ini curah hujan di Jakarta sudah sangat tinggi dan dikhawatirkan akan menyebabkan banjir disejumlah daerah apalagi tidak di barengi dengan penanganan sampah yang maksimal.

“Kunjungan kali ini saya merasa cukup kesal dengan apa yang saya temukan di lapangan, banyaknya sampah di rumah pompa yang juga bisa menjadi salah satu penyebab yang mengakibatkan rumah pompa bekerja tidak maksimal,” kata Kent dilansir Antara, Minggu (10/1).

Menurut Kent, hal itu terjadi dikarenakan tidak adanya koordinasi yang baik antara Suku Dinas Sumber Daya Air dan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH), untuk mengelola rumah pompa dengan baik, seperti terjadinya penumpukan sampah di rumah pompa.

“Harus saling bersinergi dalam menangani banjir, misalkan petugas rumah pompa tugasnya menjaga maksimal bekerjanya rumah pompa dan tugasnya Petugas Badan Air Lingkungan Hidup harus segera membersihkan sampah yang menyangkut di aliran pompa dan segera mengangkat sampahnya agar tidak menumpuk di rumah pompa,” tutur Kent.

Faktanya, sambung Kent, di lapangan petugas Badan Air Lingkungan Hidup tidak selalu standby 24 jam di rumah pompa dan hanya ada petugas rumah pompa yang bekerja.

“Temuan saya di lapangan, petugas LH jam 3 sore sudah pulang dan tidak standby 24 jam di rumah pompa, karena belakangan ini tiap hari selalu hujan besar, dan saya khawatir akan naiknya debit air karena curah hujan yang tinggi, dan apalagi jika ada kiriman air dari Katulampa ke Jakarta yang biasanya pasti membawa sampah, jika kejadian ini terjadi pada saat siang dan sore hari saya yakin bisa tertanggulangi dengan baik, jika terjadi pada malam hari, saya membayangkan apa yg akan terjadi,” tuturnya.

Kata Kent, dikhawatirkan curah hujan tinggi dan air kiriman akan datang pada tengah malam dengan membawa sampah, hal itu akan membuat kerepotan petugas operator rumah pompa karena harus secara bersamaan mengatur pompa dan membersihkan sampah yang menyangkut di pompa.

“Saya takutkan adalah bagaimana jika terjadi hujan deras tengah malam di barengi dengan banjir kiriman beserta sampah, dan tidak ada petugas Badan Air Lingkungan Hidup standby di setiap rumah pompa, apalagi jika sampah sampah ini tidak segera di angkat dan menyangkut di setiap pompa. pasti pompa tidak akan bekerja secara maksimal,” tegasnya.

nsa/iph

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.