DPRD Tangsel akan Panggil RS yang Diduga Telah Lakukan PHK Karyawan

Posted by:

Tangsel Jejaknews – DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) secepatnya akan memanggil pengelola rumah sakit Aria Sentra Medika, Pamulang yang diduga telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak kepada sejumlah karyawannya.

“Secepatnya kami akan memanggil menagemen RS Aria Sentra Medika, Pamulang, Dinas Kesehatan dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel,” kata Ketua DPRD Tangsel M. Romlie

Dalam kesempatan itu, Romlie didampingi Ketua Komisi IV DPRD Sukarya dan anggota Komisi II, Abdul Rasyid usai menerima sejumlah perwakilan mantan pegawai RS Aria Sentra Medika yang mengadukan masalah PHK sepihak, Selasa (5/6).

Adanya kasus pemutusan hubungan kerja sepihak oleh rumah sakit tersebut tentunya sangat prihatin apa yang dirasakan sejumlah mantan karyawan atau pekerja tersebut. Keluhan dan maksud yang disampaikan ke anggota DPRD kaitan dengan PHK sudah dipahami atas pengaduan warga itu yang tentunya akan berusaha memperjuangkan hak-hak mereka.

“Dalam waktu dekat ini kami akan panggil seluruh pihak yang terkait, mulai dari Dinas Kesehatan dan Dinas Ketanagakerjaan Kota Tangsel dan meminta penjelasan serta keterangan terhadap managemen rumah sakit, untuk menyelesaikan kasus ini,” katanya.

Sebanyak 59 Karyawan

Sementara itu, Abdilah Rahmat, satu mantan pekeerja di RS Aria Sentra Medika yang di PHK, mengatakan puluhan pekerja ini meminta bantuan anggota DPRD Tangsel karena merasa diperlakukan tak adil oleh perusahaan dengan diberikan surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dinilai dikeluarkan secara sepihak.

“PHK itu dilakukan sejak awal Mei 2018 lalu setelah pengelolaan rumah sakit katanya ditangani managemen baru,” tuturnya yang menambahkan awalnya hanya sepuluh orang saja yang terkena PHK sepihak tapi setelah ditelusuri jumlah pekerja yang di PHK mencapai 59 orang.

Alasan perusahaan memberhentikan karyawan, menurutnya, sebagai upaya efisiensi anggaran perusahaan dalam upaya untuk menekan biaya opersional tapi lucunya saat melakukan PHK kepada sejumlah karyawan pihak rumah sakit tetap saja membuka lowongan pekerjaan baru.

Mereka yang di PHK sampai saat ini belum ada kejelasan soal pesangon yang mereka terima. Selain gaji dan pesangon yang belum diterima, asuransi ketenagakerjaan pun tak bisa diuangkan lantaran menurutnya tidak dibayarkan oleh perusahaan, katanya.

men/rna

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.