Korban Kebakaran di Taman Sari Menanti Bantuan Perlengkapan Sekolah

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Sehari pasca kebakaran, mayoritas anak-anak sekolah yang menjadi korban kebakaran di RW 07 Kelurahan Maphar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, terpaksa meliburkan diri, Senin (7/10/2019).

Mereka membutuhkan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah, selain pakaian dan berbagai kebutuhan lainnya.

“Kedua anak saya hari ini tidak sekolah, karena seragam dan keperluan sekolah ludes terbakar. Bantuan baju seragam belum ada, semoga besok anak-anak saya sudah bisa sekolah seperti biasa,” kata Tuti, warga korban kebakaran yang mengungsi di posko utama di RPTRA Marahari, Senin (7/10/2019).

Toh Tuti mengaku bersyukur dirinya sekeluarga selamat dari amukan si jago merah pada Minggu (6/10/2019). Diketahui diduga akibat ulah anak yang bermain korek api, 850 jiwa di RW 07 Kelurahan Maphar dan 50 jiwa di RW 05 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Jakbar kehilangan tempat tinggal. Ratusan jiwa warga Kelurahan Maphar mengungsi di empat lokasi antara lain RPTRA Matahari.

Camat Tamansari, Risan H. Mustar didampingi Sekcam Tamansari, Pangestu Aji menjelaskan pihaknya masih terus mendata warga korban kebakaran di dua kelurahan yakni Kelurahan Tamansari dan yang terbanyak menimpa di Kelurahan Maphar.

Sedangkan bantuan dari Sudin Sosial Jakbar dan Dinas Sosial DKI Jakarta berupa makanan siap saji, terpal dari Koramil dan BPBD DKI.

“Sejak kemarin bantuan sudah berdatangan dan kami masih intens mendata untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kebakaran,” kata Risan.

Lurah Maphar, Iif Satria menjelaskan musibah kebakaran melanda warganya di 4 RT di RW 07 dan menyebar di empat lokasi pengungsian mulai RPTRA Matahari, di Jln Kebun Jeruk 13, Jln Rata dan di Masjid Al Imamah. Sebagai posko utama di RPTRA Matahari juga tersedia dapur umum, posko medis dan posko layanan.

“Kami bersama petugas Suku Dinas Pendidikan dan Suku Dinas Sosial Jakbar mendata pelajar yang menjadi korban kebakaran. Data sementara 28 murid SD, 12 pelajar SMP dan 6 siswa SMA. Serta 44 balita dan 39 lansia. Jumlahnya diperkirakan terus bertambah,” jelas Iif.

Terpisah, Lurah Tamansari, Yusuf mengatakan pihaknya menyediakan lokasi pengungsian untuk 46 jiwa warga korban kebakaran di RW 05 Kelurahan Tamansari, tapi tidak ada warga yang mengungsi.

“Warga terdampak kebakaran di RW 05 Kelurahan Tamansari memilih mengungsi ke kerabat terdekat,” imbuh Yusuf.

Meski begitu pihak bersama petugas Sudin Dukcapil, Sudin Pendidikan dan Sudin Sosial Jakbar juga mendata warga korban kebakaran untuk berbagai pelayanan termasuk layanan dokumen dukcapil hingga ijazah.

**/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.