MRT Dongkrak Jumlah Penumpang Bus Transjakarta

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Penumpang Transjakarta khususnya di koridor I (Blok M-Kota) meningkat. Setelah Moda Raya Terpadu (MRT) resmi beroperasi.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Agung Wicaksono mengatakan selama belum ada MRT Jakarta, rata-rata jumlah penumpang di Koridor I mencapai 73.761 orang per hari. Namun, setelah MRT Jakarta hadir yang terintegrasi dengan beberapa halte bus Transjakarta, jumlah penumpang Transjakarta di koridor ini naik.

“Jumlah pelanggan rata-rata di koridor 1 pada hari kerja dari tanggal 13 Maret hingga 24 April mencapai 78.010 orang per hari. Jadi ada kenaikan jumlah penumpang rata-rata sebanyak 4.249 orang per hari,” kata Agung Wicaksono, Rabu (8/5/2019).

Kondisi ini membuktikan, keberadaan MRT Jakarta tidak membuat pelanggan Transjakarta di Koridor 1 menurun. Bahkan bertambah. Hingga mencapai 90.003 orang di tanggal 29 Maret 2019, bahkan 89.029 orang di tanggal 2 April.

“Begitu juga dengan rute-rute lainnya. Seperti Rute BSD dan Bintaro telah mencapai 586 pelanggan per hari dengan lima bus per rute,” ujar Agung Wicaksono.

Juga rute Kawasan Integrasi Dukuh Atas (KIDA) telah melayani 2.064 pelanggan per hari. Lalu rute S41 Pondok Cabe-Tanah Abang mencapai 1.404 pelanggan per hari dan rute D21 Lebak Bulus-Universitas Indonesia telah melayani 2.631 orang per hari.

“MRT Jakarta sendiri telah mencapai rekor 116.748 penumpang, dengan rata-rta penumpang mencapai 80.550 penumpang tiap harinya. Ini artinya, integrasi antara MRT Jakarta dan Transjakarta semakin memudahkan warga mengakses transportasi publik. Sehingga mereka lebih memilih naik transportasi publik untuk aktivitas sehari-hari,” terang Agung Wicaksono.

Peningkatan ini terjadi tidak hanya terintegrasi dengan MRT Jakarta saja, lanjut Agung Wicaksono. Tetapi juga dikarenakan selama Januari hingga April, Transjakarta sudah membuka 16 rute integrasi bus rapid transi (BRT), 10 rute bus mikro, tiga rute lintas koridor dan lima rute Transjabodetabek.

Secara keseluruhan, setelah MRT beroperasi, maka jumlah penumpang Transjakarta sudah menembus angka 800 ribu orang.

Ada lima stasiun MRT yang terintegrasi dengan Transjakarta adala Stasiun MRT Asean, Stasiun MRT Blok A, Stasiun MRT Haji Nawi, Stasiun MRT Cipete dan Stasiun MRT Fatmawati.

Untuk Stasiun MRT Asean, ada tiga trayek Transjakarta. Yakni Stasiun MRT Asean-Jalan Pakubuwono VI, Stasiun MRT Asean-Jalan Kramat Pela, dan Stasiun MRT Asean- Jalan Wijaya I.

Kemudian ada dua trayek di Blok A. Yaitu, Stasiun MRT Blok A ke Jalan Pangeran Antasari dan ke Radio Dalam Raya. Begitu juga di Stasiun MRT Haji Nawi ada dua trayek. Terdiri dari Stasiun MRT Haji Nawi ke Jalan Pangeran Antasari dan ke Jalan Metro Pondok Indah.

Sedangkan untuk Stasiun MRT Cipete dan Fatmawati terintegrasi dengan satu trayek. Masing-masing terdiri dari Stasiun MRT Cipete ke Jalan Pangeran Antasari dan Stasiun Fatmawati ke Jalan Lebak Bulus I.

Lalu 10 rute integrasi baru Transjakarta yang menghubungkan di Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Stasiun Blok M, Asean, Dukuh Atas dan Bundaran HI.

Kesepuluh rute integrasi baru Transjakarta itu adalah Dukuh Atas-Kota, Dukuh Atas-Tanah Abang, Dukuh Atas-Kuningan, Dukuh Atas-Sam Ratulangi, Bundaran HI-Kota, BSD-Bundaran Senayan, Bintaro-Blok M, Pondok Cabe-Tanah Abang, Cinere-Kuningan dan Jatijajar-Lebakbulus.

nsa/har

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.