Nasib PSK di Jatinegara Ditangkap Jelang Ramadhan

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Terbelit kebutuhan uang, membuat wanita salah satu Pekerja Seks Komersil (PSK) ini, tetap mangkal meski saat ini menghadapi bulan Ramadan.

Malam kali ini, Senin (15/5) apa yang dialami PSK ini lagi naas. Wanita ini, sebut saja Mawar, 43, biasa mangkal di Jalan Raya Bekasi, Jatinegara, Jakarta Timur. Saat itu, ketika malam tengah menunggu pelanggan didatangi sebuah mobil yang akan membawanya.

“Pikir saya pelanggan, nggak tahunya saya malah ditangkap. Soalnya langsung dibawa ke kantor kecamatan,” katanya, Senin (15/5) malam. Apes sedang menghampirinya, belum sempat mendapat pelanggan, ia keburu diciduk petugas dalam razia yang dilakukan petugas kecamatan Jatinegara.

Dikatakan Mawar, tak ada kecurigaan saat petugas yang menyamar itu datang. Karena mereka berlagak seperti tengah mencari kupu-kupu malam yang biasa mangkal di pinggir jalan.

“Kalau tahu itu petugas mah mendingan saya lari. Cuma tadi saya sudah ikut naik mobil, makanya jadi ditangkap seperti ini,” ujar wanita bertubuh gempal ini.

Mawar mengaku, ia sengaja mangkal meski sudah mendekati mendekati bulan Ramadhan. Pasalnya, bila nanti mendapatkan uang, bisa ia gunakan untuk pulang kampung agar bisa menjalankan puasa pertama di kampung halamannya di Indramayu. “Cuma buat cari tambahan pulang kampung saja pak, makanya saya mangkal,” ungkapnya.

Selama ini, Mawar menyebut memang setiap harinya ia habiskan untuk menjajakan diri di pinggir jalan Bekasi Raya. Langkah itu dilakukan karena sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan.

“Kalau nggak kerja seperti ini, mau dapat uang dari mana lagi. Sebenernya saya juga sudah nggak kuat, cuma kalau nggak begini mau makan apa saya,” terangnya.

Sementara itu, Camat Jatinegara Nasrudin Abubakar mengatakan razia yang dilakukan pihaknya untuk menciptakan kondisi yang tertib menjelang bulan Ramadhan. Dimana kali ini pihaknya memfokuskan razia penyakit masyarakat (pekat) di lingkungannya. “Hasilnya kami mengamankan enam orang PSK yang mangkal di pinggir jalan,” ujarnya.

Dikatakan Nasrudin, untuk memperlancar aksi razia agar tidak diketahui oleh para wanita tuna susila, petugas melakukan penyamaran dengan berpura-pura sebagai pelanggan.

Walau sempat mengelak, namun para wanita tersebut tak bisa berkutik ketika diamankan petugas. “Karena anggota yang berpakaian preman sebelumnya negosiasi harga, cocok baru kita tangkap,” tambahnya.

Selanjutnya para PSK yang terjaring langsung dibawa ke Kecamatan Jatinegara untuk dilakukan pendatataan. Keenamnya lalu dikirim ke Sudin Sosial yang nantinya akan di tempatkan di Panti agar dapat diberikan pembinaan. “Ya kita memang sengaja seperti itu, untuk menghindari bentrok di lapangan,” pungkasnya.

kus/umi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.