Wednesday 8th April 2020

Pembangunan Terus Berjalan, Wabah Corona Tidak Ganggu Proyek di Jakarta

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Merebaknya virus Corona atau Covid-19 di Jakarta, dipastikan tidak mengganggu pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur di Ibu Kota. Seluruh pekerjaan seperti pembangunan Underpass dan trotoar masih berjalan sesuai rencana dan akan selesai sesuai target.

Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho, mengatakan untuk sementara pengerjaan proyek di Jakarta tidak dihentikan. Namun, segala pengawasan terhadap para pekerja lebih ditingkatkan.

“Untuk proyek sementara tetep jalan. Tapi dengan SOP yang ketat,” kata Hari kepada poskota.id, Jumat (20/3/2020) malam.

Ia menjelaskan, sebelum bekerja seluruh pekerja proyek harus menjalani tes suhu badan. Sementara kontraktor atau perusahaan kontruksi yang dipercaya menjalankan proyek wajib menyediakan sejumlah alat pelindung kesehatan seperti masker dan hand sanitizer.

“Mulai masuk kerja (perkerja proyek) di tes suhu nya, pakai sarung tangan, dan (hand sanitizer) cuci tangan disiapkan sebelum dan sesudah makan,” papar Hari.

Hingga saat ini, lanjut Hari, seluruh pekerja proyek masih dalam keadaan sehat dan belum ada yang melaporkan keluhan gejala corona.

Ia menjelaskan, beberapa pekerjaan proyek yang sedang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga adalah tiga fly over, satu under pass, main hole utilitas, pengerjaan perbaikan jalan, dan revitalisasi trotoar.

“Kalau ASN sudah dengan metode WFH ketika rapat melalui teleconference menggunakan aplikasi zoom,” tandas Hari.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat mulai menerapkan sistem kerja di rumah atau Work From Home (WFH), untuk mencegah penularan virus Corona.

Hal tersebut ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, yang menghimbau seluruh perusahaan di Jakarta menerapkan WFH. Bahkan, Anies memberikan seruan kepada seluruh perkantoran agar ditutup sementara dengan menerapkan WFH.

Anies juga menutup sejumlah sekolah, tempat wisata, tempat hiburan dan membatasi jumlah penumpang di transportasi umum. Kebijakan ini diharapkan bisa mengurai interaksi antar warga sehingga mengurangi resiko terpapar corona.

lsa/nur

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.