Pemprov DKI Anugerahi TMII Adikarya Wisata 2019

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Sukses mempromosikan budaya daerah, Pemprov DKI menganugerahkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Adikarya Wisata 2019. Apresiasi itu merupakan penghargaan tertinggi karena selama ini wisata budaya ini hadir di ibukota.

Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan pemrpov DKI. Terlebih, selama ini TMII memang terus berupaya melestarikan kebudayaan Indonesia.

“Penghargaan yang didapat itu saya kira ini adalah suatu penghargaan dari berbagai upaya yang kita laksanakan,” katanya di sela-sela acara Parade Lagu Daerah, Sabtu (7/12).

Menurutnya, TMII pernah mendapatkan penghargaan semacam ini pada 1996, namun di tahun-tahun berikutnya penghargaan tersebut terlepas. Atas dasar itu, manajemen TMII berkomitmen untuk meraih kembali penghargaan itu dengan terus berbenah diri untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

“Kita coba berbenah diri, dan saya kira hasilnya masyarakat bisa menilai, bahwa TMII sebagai salah satu kawasan wisata yang menjadi favorit untuk orang mengunjungi, dan ini menjadi tonggak buat kita semua. Bahwa, TMII ini menjadi destinasi wisata utama di Jakarta. Ini yang kita banggakan,” ujar Tanri.

Dengan penghargaan yang didapat, Tanri mengaku itu merupakan bentuk penghargaan tertinggi untuk TMII, selaku pelaku pariwisata di Jakarta.

Dalam ajang bergengsi ini, TMII sukses mengalahkan kawasan pariwisata lainnya seperti Taman Impian Jaya Ancol, Kota Tua, Taman Margasatwa Ragunan, dan Momentum Nasional (Monas). “Itu adalah hasil penilaian dari panitia lima tempat wisata yang masuk nominasi Kawasan Pariwisata DKI Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Informasi Badan Pengelola TMII, Dwi Windyarto menambahkan, salah satu upaya TMII dalam menjaga pelestarian adalah dengan menggelar parade lagu daerah. Dimana kegiatan telah masuk ke tahun 36 sejak TMII berdiri.

“Inj sebagai bentuk komitmen kami yang merupakan wadah budaya yang punya agenda dalam setahun 10 agenda nasional termasuk parade lagu daerah,” terangnya.

Melalui kegiatan itu, Dwi berharap seluruh provinsi yang ada di Indonesia bisa ikut andil. Pasalnya, hingga saat ini peserta yang tak pernah absen tinggal menyisakan 15 provinsi yang ada. “Karena kalau semua provinsi ikut, pastinya akan lebih banyak kebudayaan yang ditampilkan,” terangnya.

Melalui ajang itu, Dwi menilai, ingin merupakan kebiasaan masyarkat dalam mencintai kebudayaan Indonesia. Sehingga, tidak hanya lagu dari luar negeri, tapi kami ingin lagu-lagu ini juga dikenal bahkan dikenal orang luar negeri.

“Contohnya adalah lagu Maumere yang selama ini kerap bergema di Dunia, dan melalui ini diharapkan semua bisa ikut didalamnya,” tukasnya.

nsa/tya

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.