Pemprov DKI Gandeng 431 Mitra Kampanyekan Gerakan Cuci Tangan

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Pemerintah provinsi DKI Jakarta menggandeng 431 mitra untuk mengampanyekan gerakan cuci tangan. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, kolaborasi dengan pihak swasta dalam rangka upaya Pemprov DKI menerapkan upaya pencegahan penularan Covid-19.

Widyastuti juga menuturkan, mitra yang bergabung dalam kampanye ini tidak hanya berasal dari dalam negeri, melainkan luar negeri.

“Sudah bergabung dalam kemitraan kita 431 mitra, 208 mitra dalam negeri, 112 mitra luar negeri yang bersama-sama mendorong suksesnya 3M termausuk gerakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” ucap Widya yang dikutip melalui channel Youtube Kementerian Kesehatan, Kamis (15/10).

Ia menambahkan, agar gerakan masif ini bisa maksimal, Pemprov DKI saat ini tengah menyiapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).

“Harapannya dengan Perda kekuatan gerakan ini, kekuatan kolaborasi ini bisa lebih besar dan lebih bsa diimplementasikan di setiap masyarakat,” katanya.

Ia pun berharap agar pendidikan tentang upaya mencegah penularan Covid-19 dimasukan dalam materi pelajaran di tingkat PAUD/TK. Menurutnya, upaya budaya mencuci tangan sebagai materi pelajaran bisa menjadi kebiasaan sejak dini.

“Kami berharap bahwa pembelajaran sejak dini melalui anak-anak sekolah, sejak mulai PAUD, sudah harus mulai diajarkan tentang gerakan ini,” imbuhnya.

Dia menambahkan, materi pelajaran tentang pencegahan penularan Covid-19 harus bisa disampaikan dengan efektif dan sederhana terhadap murid tingkat PAUD/TK.

Ia pun berharap agar Kementerian Pendidikan telah memasukan materi pelajaran pencegahan Covid-19 ke modul pembelajaran di tingkat PAUD/TK.

“Akan lebih baik lagi kalau di tingkat pusat, mungkin Kementerian Pendidikan sudah bergerak untuk memasukkan dalam ekstrakurikuler atau modul pembelajaran yang mengajak sejak PAUD untuk selalu memasukkan, tentang ajaran cuci tangan ini dengan baik dan benar,” tuturnya.

“Mungkin ini suatu gerakab yang kita harakan jadi kebiasaan baru, momen adanya Covid ini menjadi suatu pencetus atau suatu ide yang luar biasa yang tadinya mungkin belum terlalu membudaya, kita harapkan dengan momen Covid ini menjadi suatu kebiasaan baru yang lebih membumi dan bisa menggerakkan segenap masyarakat.”

iph/ika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.