Pemukimannya Kembali Diterjang Banjir, Warga Cipinang Melayu Minta Gubernur Anies Segera Lanjutkan Normalisasi

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Upaya penanganan banjir yang biasa menggenangi kawasan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, masih menjadi tugas besar Pemprov DKI.

Meski pada pekan lalu disebut telah bebas banjir, namun air bah luapan Kali Sunter menggenangi rumah warga hingga mencapai 2 meter.

Akibat banjir yang menerjang, 2.321 jiwa dari 745 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir yang kondisinya masih sama dalam setiap tahunnya.

Bahkan, ratusan orang pun harus mengungsi ke enam posko yang disiapkan agar mereka bisa tidur disaat rumahnya terendam banjir.

Meski sebelumnya Pemprov DKI menyiapkan beberapa lokasi untuk menahan datangnya air, namun hal itu belum juga terlihat hasilnya.

Sodetan yang dibuat guna mengurangi debit air Kali Sunter ke Waduk Tiu dan Waduk Pondok Ranggon tak mampu membendung sehingga air meluap.

Ketua RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Irwan Kurniadi mengatakan, penanganan banjir Kali Sunter tak cukup membuat sodetan dan pengerukan waduk.

Karena pemukimannya kembali terendam banjir, ia dan warga minta Gubernur Anis segera meneruskan proyek normalisasi yang terhenti sejak tahun 2014 lalu.

“Tetap normalisasi Kali Sunter harus dilaksanakan tahun ini juga. Saya sudah minta ke Pak Gubernur Anies agar normalisasi Kali Sunter kembaki berjalan,” katanya, Jumat (19/2).

Dikatakan Irwan, sebelum Kali Sunter dinormalisasi RW lain di Kelurahan Cipinang Melayu juga terdampak banjir sebagaimana permukiman warga RW 03 dan RW 04.

Setelah dinormalisasi permukiman warga RW lainnya kini bebas banjir, tersisa RW 03 dan RW 04 karena proyek normalisasi terhenti di kedua RW tersebut.

“Kemarin pembebasan lahan sudah dilakukan, tinggal pengerjaannya saja, makanya harus segera digerakan,” ujarnya.

Irwan menambahkan, sebenarnya sejak tahun 2014 atau saat terhentinya proyek normalisasi, warga sudah mengajukan permintaan agar proyek segera dilanjutkan.

Namun baru akhir tahun 2020 kegiatan berlanjut dengan upaya pembebasan lahan yang menyisakan enam bidang lagi.

“Bila sudah dinormalisasi, dan debit air Kali Sunter nanti melampaui batas, tinggal disedot saja. Minimal kalau hujan kecil enggak banjir wilayah kita,” tukasnya.

kus/umi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.