Sebaja Minta Gubernur DKI Anies Selesaikan 5 Tahun Jangan Loncat Kaya Kodok

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Koordinator Serikat Becak Jakarta (Sebaja) Rasdulah meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur selama lima tahun.

Alasannya, kata Rasdulah, ia bersama para tukang becak dan warga Jakarta lainnya memilih Anies sebagai gubernur bukan untuk bekerja selama delapan bulan saja, tetapi lima tahun.

“Kalau delapan bulan kan yang namanya ibu-ibu yang bunting aja sampai sembilan bulan, masa ini baru delapan bulan ini mau loncat kayak kodok,” kata Rasdulah di sela aksi demo JRMK dan Sebaja di depan Balai Kota Jakarta, Senin (23/7).

Rasdulah mengatakan dirinya dan warga Jakarta lainnya memahami Anies memiliki hak untuk mencalonkan diri sebagai capres maupun cawapres pada Pilpres 2019 mendatang.

Atas dasar itu, lanjut Rasdullah, aksi demo pun dilakukan. Tujuannya untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat bahwa ada masyarakat Jakarta yang menginginkan Anies untuk tetap memimpin ibu kota Republik Indonesia ini.

Jika nantinya Anies tetap maju di ajang Pilpres, Rasdulah menyebut Anies telah mengkhianati pilihan masyarakat yang telah memilihnya bersama Sandiaga Uno saat Pilkada DKI 2017 lalu.

“Kalau memang tetap maju berarti Pak Anies telah mengkhianati pilihan kita dong, mengkhianati kita,” ujarnya.

Di sisi lain, Rasdulah menyebut selama delapan bulan kepemimpinan Anies di Jakarta, ia bersama tukang becak lainnya merasa lebih tenang dan sejahtera.

Sebab, sebelum kepemimpinan Anies, para tukang becak di Jakarta harus sembunyi-sembunyi dalam bekerja untuk menghindari razia Satpol PP.

“Pikirannya tidak was-was kena garukan,” ucap Rasdulah.

Lebih dari itu, lanjut Rasdulah, saat ini para tukang becak Jakarta juga tengah berproses untuk membenahi pangkalan serta aturan-aturan yang berkaitan dengan penarik becak.

“Pak Aniesnya mari dong bareng-bareng kita butuh kolaborasi untuk bersama-sama membereskan Jakarta,” kata Rasdulah.

Petisi tak Salah Sasaran

Terkait petisi Sebaja yang disebutkan Anies salah sasaran, Rasdullah membantahnya. Petisi tersebut berisikan permintaan agar Anies tetap memimpin sebagai Gubernur DKI Jakarta dibandingkan memilih bersaing dalam Pilpres 2019.

“Pak Anies kan membalik tanya petisi tukang becak dibilang salah sasaran, sebenarnya bukan salah sasaran,” kata Rasdulah.

Ia mengatakan pembuatan petisi tersebut bermula dari maraknya berita di berbagai media yang menyebut Anies akan dicalonkan sebagai capres atau cawapres dalam Pilpres 2019.

Isu tersebut, kata Rasdulah, membuat para tukang becak di Jakarta khawatir. Sebab, selama kepemimpinan Anies para tukang becak telah lebih sejahtera dibandingkan saat Jakarta dipimpin oleh gubernur sebelumnya.

“Kita ngobrol di pangkalan sama teman-teman kira-kira kalau Pak Anies loncat dan pindah kursi kira-kira kita akan aman enggak, ‘wah enggak aman’,” tuturnya.

Sebelumnya, Anies menilai petisi yang dibuat Sebaja tersebut salah alamat. Sebab, selama ini dirinya tak pernah menyatakan diri akan mencalonkan diri sebagai capres maupun cawapres. Anies pun meminta kepada semua pihak yang ingin mengajukan petisi agar tak lagi mengalamatkannya pada dirinya, melainkan ke partai politik saja ataupun pihak-pihak yang kerap menyebut namanya maju di Pilpres.

“Tolong semua itu arahkan pada mereka yang menyebut nama saya,” kata Anies, Jumat (13/7).

Hari ini, Rasdulah mengaku petisi tersebut memang belum pernah disampaikan secara langsung kepada Anies. Namun, ia mengklaim banyak pihak yang telah memberikan dukungan terhadap petisi yang dibuat atas nama Sebaja tersebut.

Petisi yang dibuat Rasdulah tersebut didasarkan pada aspirasi para tukang becak yang telah menunggu puluhan tahun agar mendapatkan pengakuan atau legalitas dari pemerintah provinsi DKI. Harapan untuk mendapat pengakuan itu sebelumnya mulai tumbuh ketika Joko Widodo terpilih sebagai Gubernur DKI saat Pilgub DKI 2012. Namun asa itu kandas setelah Jokowi memilih bertarung dan menang di Pilpres 2014.

Setelah Anies terpilih menjadi Gubernur DKI pada 2017 lalu membuat harapan para tukang becak kembali tumbuh. Sebab, saat kepemimpinannya, Anies melakukan pendataan terhadap becak dan membuat rute becak di jalur-jalur lingkungan yang berada dekat dengan pasar maupun sekolah.

“Semua pranata untuk menata becak telah paripurna, kecuali agenda merevisi perda Ketertiban Umum yang melarang becak. Gubernur sudah komitmen lakukan itu,” ujar Rasdulah dalam petisinya.

Rasdulah dan rekan-rekan seprofesi pun meyakini janji Anies selaku gubernur harus ditepati. Menurut dia masih banyak pekerjaan dan rencana di Jakarta yang belum diselesaikan Anies. Dan, Anies diminta menolak pinangan menjadi capres maupun cawapres pada Pilpres 2019.

(**)/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.