Sudinhub Klaim Satu Arah di Jalan Sumarno Urai Kemacetan

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur mengklaim kemacetan yang terjadi di Jalan Sumarno, Cakung, terus berkurang.

Hal itu terjadi setelah diberlakukannya satu arah membuat kendaraan yang mengarah ke Bekasi mengalir setelah sebelumnya tersendat akibat penyempitan.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Benhard Hutajulu mengatakan, kemacetan di Jalan Dr Sumarno, terus berkurang sejak pihaknya memberlakukan sistem satu arah pada Senin (10/8) lalu.

Dimana antrian kendaraan jadi semakin pendek dan mulai berkurang. “Sebelumnya antrian bisa mencapai kawasan Buaran, kini sudah tak terlihat lagi,” katanya, Rabu (12/8).

Dikatakan Benhard, akibat pembangunan enam ruas tol dalam kota di jalan Raya Bekasi, banyak pengendara yang melintasi jalan Sumarno.

Akibatnya, penumpukan itu kerap terjadi di jam pulang kerja dengan ditambah penyempitan jalan saat akan memasuki jembatan Jalan Sentra Primer. “Dan dengan diberlakukannya satu arah, grafik lalu lintas menjadi cukup stabil dan kendaraan mengalir,” ungkapnya.

Dengan kondisi yang terjadi saat ini, Benhard pun mengaku akan mewacanakan untuk mempermanenkan sistem satu arah di Jalan Dr Sumarno.

Terlebih sejak diberlakukannya pada Senin (10/8) kemarin, dinilai efektif mengurai kemacetan kendaraan dari arah Buaran menuju Pulo Gebang, saat jam pulang kerja.

“Dimungkinkan untuk permanen, karena efektif mengurai kemacetan. Agar kendaraan dari barat ke timur lebih cepat melintas,” terangnya.

Pemberlakukan satu arah nantinya hanya akan diberlakukan pada sore hari saja, dari pukul 16.00 – 19.00. Sedangkan pada pagi hari, Benhard mengatakan tak terjadi antrean penumpukan kendaraan sehingga diberlakukan normal.

“Tapi mungkin nanti diberlakukan hanya saat jam sibuk saja. Jam sibuknya sore ketika jam pulang kerja, jam 4 sampai jam 7,” tuturnya.

Benard menambahkan, median di Jalan Sentra Primer yang kerap jadi biang kemacetan, nantinya juga akan dibongkar. Pasalnya, hal itu juga menjadi penyebab ruas jalan semakin sempit.

“Untuk mengoptimalkan sistem satu arah, kami minta Bina Marga untuk membongkar sedikit median di dekat jembatan, karena ada sedikit beda ketinggiannya agar arus kendaraan dari timur lebih lancar,” sambungnya.

nsa/won

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.