Terminal Lebak Bulus dan Stasiun MRT Bagaikan Bumi dan Langit

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Bagaikan langit dan bumi. Bisa dikatakan begitu kalau membandingkan Stasiun Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus dengan Terminla Lebakbulus. Nasibnya berbanding terbalik.

Megah dan modernnya, itulah stasiun MRT saat ini. Sedangkan, terminal Lebak Bulus pasca dibongkar 2014 lalu hingga saat ini kondisinya sangat memprihatinkan

Terminal antar kota antar provinsi ini saat ini hanya berupa bangunan semi permanen mirip bedeng. Meski begitu masyarakat setiap hari selalu ramai kendaraan baik dalam kota maupun luar kota yang keluar masuk.

Terminal Lebak Bulus yang berada persis di seberang Depo MRT, terminal hanya berupa sebidang lahan berbentuk segitiga yang berada di pojok persimpangan Sespolwan Mabes Polri. “Kami kadang juga risih masuk ke terminal ini. Selain kondisinya sempit bangunannya tidak layak, ” kata Suherman (35) warga Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (12/10).

Menurutnya, Terminal Lebak Bulus layaknya terminal bayangan tanpa plang nama ataupun pos penjagaan. Dari sisi luar, Terminal Lebak Bulus terlihat layaknya jalur pemisah dari Jalan Lebak Bulus Raya menuju Jalan Ciputat Raya.

Tidak jarang para pengendara sepeda motor terlihat masuk dan melintas ke dalam area terminal dengan leluasa untuk memotong jalan. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya pagar pembatas atau marka jalan.

“Saya melihat terminal baru benar-bener kurang layak, karena terminal yang diperkirakan luas lahannya sekitar 500 meter persegi itu dengan adanya jejeran kios yang ditempati sejumlah Perusahaan Oto Bus. Walau hanya berupa bedeng yang berdindingkan triplek dan beratapkan seng, kios terlihat lengkap dengan papan nama dan rute tujuan keberangkatan luar kota,” imbuhnya.

Makanya kedepan dirinya dan warga berharap pemerintah segera mencari lahan baru yang lebih luas lagi.

Tak Dapat Berbuat Banyak

Sementara itu Kepala Terminal Lebak Bulus, Suprihartono mengaku tidak dapat berbuat banyak terkait minimnya fasilitas yang dimiliki Terminal Lebak Bulus. Sebab, seluruh kebijakan katanya berada pada pimpinan, baik Gubernur DKI Jakarta ataupun Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

“Kami tetap berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, seperti menjamin kebersihan di seluruh kawasan terminal, pengawasan pengamen, preman hingga calo tiket. Terminal ini cuma sementara, belum tahu bagaimana kelanjutannya, kan kebijakan ada di pimpinan,” terang Suprihartono.

Diungkapkan oleh kepala terminal memang saat ini terminal Lebak Bulus, masih numpang di lahan milik Dinas Bina Marga. Meski begitu pihaknua tetap menjaga dan merawatnya.

Salah satu yang sudah dilakukan dengan dibangunnya area parkir khusus roda dua serta jalur sepeda. Sehingga pengguna angkutan umum yang mengendarai sepeda ataupun sepeda motor katanya dapat menitipkan kendaraannya sebelum beralih menggunakan angkutan umum.

**/rta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.