Tersandung Kasus Perjudian Menikah di Kantor Polisi, Wawan: Ini Ujian

Posted by:

Jakarta Jejaknews – Mestinya, Rabu (8/1/2020) menjadi hari bahagia buat Wawan, lantaran pria 28 tahun itu bersanding di pelaminan dengan sang kekasih, Nanda. Namun impian indah itu buyar karena ia harus berurusan dengan polisi akhir Desember 2019.

Tetapi undangan sudah terlanjut disebar. Wawan pun tetap melangsungkan pernikahannya meski dilaksanakan di tahanan Polres Jakarta Utara, Rabu (8/1/2020) siang.

Mengenakam kemeja putih dibalut jas hitam, Wawan keluar dari tahanan dengan wajah murung. Sementara calon istri sudah duduk menanti di hadapan penghulu dengan memakai kebaya putih.

Baik Wawan maupun Nanda tak kuasa menahan tangis ketika mereka akhirnya sah menjadi sepasang suami istri.

Ketika keduanya mengucapkan ijab kabul, raut wajah kesedihan bercampur kebahagiaan terpancar.Wawan menangis sebelum dan saat akad nikah berlangsung. Begitu pula dengan Nanda.

Meski harus melangsungkan pernikahan di tahanan, Wawan mengaku senang. Ia berterima kasih kepada Polres Metro Jakarta Utara karena telah diberikan kesempatan menjalani momen sakral itu.

“Terima kasih buat Polres yang sudah memberikan kesempatan buat saya. Perasaannya senang. Ini ujian buat saya,” kata Wawan.

Wawan mengaku sudah merencanakan pernikahannya ini seminggu sebelum ditahan akhir tahun lalu. Namun Wawan ditahan lantaran menjadi tersangka kasus perjudian.

“Sebelum saya di sini sudah direncanakan, sudah merencanakan seminggu,” katanya. Segala urusan pernikahan di tahanan Polres Metro Jakarta Utara pun diurus keluarga Wawan dan Nanda.

15 Hari

Kasat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Metro Jakarta Utara Kompol Sutrio mengatakan, proses pengurusan selesai dua hari lalu. Keluarga Wawan mengirim surat permohonan kepada Satuan Tahti yang diteruskan ke Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto.

Surat permohonan menikah di tahanan tersebut akhirnya dikabulkan. “Alhamdulillah di-follow up dengan baik oleh bapak Kapolres, karena ini kegiatan kemanusiaan juga. Dan tidak ada aturan tersangka dilarang menikah,” kata Sutrio.

Menurut Sutrio, Wawan baru ditahan selama 15 hari di Polres Metro Jakarta Utara. Permohonan untuk menikah ini digencarkan lantaran tanggal pernikahan sudah ditentukan di hari ini.

“Mereka menginginkan cepat-cepat untuk melangsungkan pernikahan, mereka ingin bersilaturahmi menjalin hubungan yang baik lagi ini terlepas ada masalah atau tidak, mungkin ini cinta sejati,” kata Sutrio.

**/lia

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.